Beranda Travelling Wisata Menteri Pariwisat Launching Calendar of Events Maluku Utara 2018

Menteri Pariwisat Launching Calendar of Events Maluku Utara 2018

BERBAGI

🇲🇨 *Wonderful Maluku Utara* 🇲🇨

Menteri Pariwisat Launching Calendar of Events Maluku Utara 2018

JAKARTA- Menteri Pariwisata Arief Yahya&nbsp; secara resmi melakukan Launching Calendar of Events Maluku Utara 2018. Acara&nbsp; dihadiri oleh Plt. Gubernur Maluku Utara M. Natsir Thaib dan para Bupati di Provinsi Maluku Utara, serta Sultan Ternate dan Sultan Tidore.<br>
<br>
CoE Maluku Utara 2018 mengambil tema “Pesona Kie Raha Mengguncang Dunia”.&nbsp; Terdiri dari 33 Events selama 2018, 3 Events masuk Top 100 CoE Nasional: Festival Tidore (Kota Tidore Kepulauan 23 Maret–12 April 2018), Festival Teluk Jailolo, Kab. Halmahera Barat, 3–5 Mei 2018), Festival Kora-Kora (Kota Ternate, 1-3 Desember 2018). <br>
<br>
Menpar menyampaikan Indeks Kebahagiaan 2017 Provinsi Maluku Utara tertinggi di Indonesia, menurut survey BPS dengan score 75,68. <br>
<br>
Menpar kembali menegaskan dalam penyelenggaraan CoE harus memiliki kriteria: Penyelenggaraan Profesional, Tepat Waktu. Maka dari itu, Kemenpar akan mengadakan Coaching Calendar of Events pada 19-20 Maret 2018 di Jakarta, dengan mengundang para ahli di bidang penyelenggaraan Events, seperti Dynand Fariz untuk kurasi dan fashion, Dwiki Darmawan untuk music, Samuel Watimena untuk fashion, dan ahli lainnya, untuk memberikan coaching bagi seluruh penyelenggara events di seluruh Indonesia yang masuk Top 100 CoE nasional. <br>
<br>
CoE harus memiliki Cultural Values dan Commercial Values. Commercial Values harus di-monetised (dihitung nilai ekonominya). Tunjuk konsultan. <br>
<br>
Morotai Maluku Utara merupakan salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dengan Atraksi utama wisata bahari. Saat ini sedang dibangun berbagai fasilitas pendukung,&nbsp; seperti pengembangan bandara, pengerasan dan pelebaran landasan dari 2.400×30 meter menjadi 2.400×45 meter. Saat ini pada tahap lelang. Gedung Terminal ditargetkan selesai 31 Maret/April 2018. Nantinya bandara ini akan dijadikan bandara International, Kemenpar memiliki pengalaman dengan Bandara Silangit dan Belitung. <br>
<br>
Menpar juga menawarkan untuk membantu membangun fasilitas Seaplane untuk Aksessibilitas di Maluku Utara, karena membangun bandara lama. Selain itu juga serta Nomadic Tourism, akomodasi sementara seperti Glam Camp, Home Pod, karena membangun hotel akan sangat lama. Nomadic Tourism dan Seaplane jika dikombinasikan maka akan sempurna. Menpar mendorong Kadispar Maluku Utara untuk menjalankan program tersebut, Kemenpar akan membantu dengan menghubungkan ke para investor. (*/jan)<br>
<br>