Beranda Ekonomi Menyulap Sentra Kulit Lunpia Kranggan Jadi “Kampung Bright Gas”

Menyulap Sentra Kulit Lunpia Kranggan Jadi “Kampung Bright Gas”

BERBAGI
General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Yanuar Budi Hartanto, secara simbolis menyerahkan tabung Bright Gas 5,5 Kg kepada perwakilan perajin kulit lunpia, di Kampung Bright Gas Sentra Kulit Lunpia Krangganí, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (8/12) kemarin.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Untuk mempertahankan nilai historis dan budaya, serta ikon Kota Semarang yang syarat dengan peleburan kultur dan wisata kulinernya, Pertamina menggarap Kampung Lunpia, di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah.

Langkah yang dilakukan antara lain dengan menyulap lokasi tersebut menjadi ‘Kampung Bright Gas’. Untuk mewujudkan program tersebut, Pertamina melakukan pemugaran Gapura Desa dan Mural Tembok, serta membuat taman desa yang dibuat sebagai ruang publik terbuka ramah anak.

Tak hanya itu, tempat usaha yang ada di lingkungan tersebut, seperti warung soto, warung nasi, dan gerobak dorong dilakukan renovasi. Begitu pun dengan rumahrumah warga dilakukan pengecetan ulang. Sedangkan yang paling krusial dari program ini, masyarakat yang notabene pembuat kulit lunpia, beralih menggunakan Gas Non Subsidi sebagai bahan bakar untuk memasak.

General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Yanuar Budi Hartanto, melihat langsung proses pembuatan kulit lunpia di Kampung Bright Gas Sentra Kulit Lunpia Krangganí.

“Ada sekitar 35 pembuat kulit lunpia yang telah beralih dari LPG Subsidi 3 Kg ke LPG Bright Gas 5,5 Kg,” kata Yanuar Budi Hartanto, General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY, disela Peresmian ‘Kampung Bright Gas’, di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (8/12) kemarin.

Menurutnya, semula total tabung yang digunakan para perajin kulit lunpia sebanyak 210 tabung 3 kg per hari. Dengan beralih ke Bright Gas, kini penggunaan tabung hanya 105 per hari untuk ukuran 5,5 kg.

“Dari proses tersebut, maka kampung ini berubah nama menjadi ‘Kampung Bright Gas Sentra Kulit Lunpia Kranggan,” ungkapnya. Dijelaskan, Kampung Bright Gas ini selain dapat menjadi salah satu ikon wisata Kota Semarang, juga sebagai pusat edukasi masyarakat terhadap barang non subsidi. Selain itu juga dapat menjadi ‘getok tular’ bagi pelaku industri lainnya, tentang penggunaan Bright Gas yang lebih irit dan aman, karena menggunakan Teknologi Double Spindle Valve System.

General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Yanuar Budi Hartanto, bersama jajaran manajemen Pertamina, perwakilan Muspida dan Muspika, berfoto bersama di salah satu gapura keluar Kampung Bright Gas Sentra Kulit Lunpia Krangganí.

“Harapan kami, program ini dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Pemerintah Kota Semarang, Kuncoro menuturkan, pihaknya berterima kasih atas bantuan Pertamina menggarap sentra kulit lunpia menjadi Kampung Bright Gas. “Bantuan ini turut mendukung program Pemerintah Kota Semarang dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi. Sekali lagi kami berterima kasih,” tuturnya.(*)