Beranda Hukum & Kriminal Meresahkan Masyarakat, Belasan Karaoke Ilegal di Demak Disegel

Meresahkan Masyarakat, Belasan Karaoke Ilegal di Demak Disegel

19
BERBAGI
Petugas gabungan menutup paksa usaha karaoke di pinggir sungai Trengguli dengan cara menyegel karena dinilai melanggar. FOTO:ADHI PRAMANTHO/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. DEMAK– Keberadaan tempat hiburan karaoke tidak berizin yang meresahkan masyarakat di Kota Wali, akhirinya ditindak tegas oleh Tim gabungan Satpol PP, Polres, Kodim, dan OPD terkait, kemarin. Belasan tempat karaoke yang di sempadan sungai di Trengguli dan Wonosalam, kemarin.

Tidak ada perlawanan saat dilakukan  penyegelan oleh aparat yang berjumlah puluhan tersebut. Mereka hanya pasrah saat petugas memasang police line bangunan, pemasangan stiker penyegelan, juga dilakukan penyegelan meteran listrik.

Diantara tempat karaoke yang disegel ini adalah Omega, Tepoz, Studio Musik Gita Gelora, Love, Saly, Dewa Musik, Arta Mulya, Sinar Musik, New SR 1, New SR 2, Sahabat Musik dan Belga.

Kepala Satpol PP, Bambang Saptoro yang memimpin langsung penertiban tersebut mengatakan, bahwa mereka akan mentertibkan semua bangunan yang berada di sempadan sungai. Pasalnya sepadan sungai merupakan daerah terlarang untuk bangunan. Apalagi usaha karaoke yang banyak dikeluhkan masyarakat sekitar.

“Bangunan liar yang dipakai untuk tempat hiburan malam, atau yang berdiri di sepadan sungai kami segel, jadi tidak boleh ada lagi aktivitas,” tegasnya.

Hal tersebut menurut Bambang adalah tindak lanjut surat teguran dari Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Serang Lusi Juana yang ditujukkan kepada warga pemilik bangunan. Dalam surat itu memerintahkan agar semua bangunan di sempadan sungai dibongkar karena bisa menganggu operasi dan pemeliharaan sungai atau saluran irigasi.

“Sebelumnya, mereka (pemilik bangunan, red) sudah mendapat surat teguran dari PSDA. Kami juga sudah meminta mereka segera membongkar sendiri bangunannya sebelum dibongkar paksa,” imbuhnya lebih lanjut.

Dukungan pembongkaran juga diutarakan Ketua PC Ansor Demak, Nurul Muttaqin, selama ini Ansor sangat menyesalkan keberadaan tempat karaoke. Mereka juga menuntut kepada Pemkab untuk sesegera mungkin menutup tempat usaha yang penuh dengan kemaksiatan tersebut, karena sangat meresahkan masyarakat.

“Tempat hiburan yang diwarnai kemaksiatan tersebut telah mencoreng citra Demak sebagai Kota Wali. Untuk itu kami mendukung langkah penutupan semua tempat usaha karaoke. Pemkab memang harus bersikap tegas menyelamatkan daerah dari perilaku kemaksiatan,” tegasnya. (adi/muz)

 

BERBAGI