Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Metakognitif dalam Belajar Fisika

Metakognitif dalam Belajar Fisika

87
BERBAGI
SULASIH, M.Pd. Guru Fisika SMA N 1 Sambungmacan
SULASIH, M.Pd. Guru Fisika SMA N 1 Sambungmacan

Kecerdasan yang akan dibidik pada kurikulum 2013 salah satunyaa dalahketerampilan metakognitif siswa. Hal ini dikarenakan kurikulum-kurikulum sebelumnya masih mengandalkan orang lain untuk mencerdaskan diri seorang siswa, meskipun diharapkan siswa mampu bersikap mandiri, tapi tetap saja peran guru lebih besar dari pada peran siswa. Guru belum optimal member penguatan dalam membangkitkan kesadaran kognisi siswa dalam belajar fisika

              Keterampilan metakognitif berkaitan erat dengan kemampuan pemecahan masalah. Yamin menyatakan bahwa siswa yang memiliki keterampilan metakognitif baik akan lebih efektif untuk memilih dan menggali informasi-informasi yang penting dalam menyelesaika nmasalah dari pada siswa yang tidak memiliki keterampilan tersebut. Metakognitif pertama kali diperkenalkan oleh John Flavell pada tahun 1976, mengartikan metakognitif sebagai berpikir tentang berpikirnya sendiri atau pengetahuan seseorang tentang berpikirnya sendiri. Living stone menyatakan metakognitif adalah kemampuan berpikir yang menjadi objek berpikirnya adalah proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri.

              Metakognitif merupakan kesadaran tentang kognisi, dan pengaturan kognisi seseorang. Pelibatan metakognitif dalam belajar dan memecahkan masalah dapat didorong melalui pemanfaatan masalah yang menantang. Melalui strategi pembelajaran pemecahan masalah, siswa akan dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan diskusi secara mendalam yang dapat mengantarkan siswa untuk sampai pada konsep matematika yang benar serta dapat membentuk siswa secara aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi

              Pengetahuan metakognitif merupakan pengetahuan yang diperoleh siswa tentang proses-proses kognitif yaitu pengetahuan yang bias digunakan untuk mengontrol proses-proses kognitif. Pengalaman metakognitif melibatkan strategi atau pengaturan metakognitif. Strategi metakognitif merupakan proses yang berurutan yang digunakan untuk mengontrol aktivitas kognitif dan memastikan bahwa tujuan kognitif telah dicapai. Proses ini terdiridari: Perencanaan; Pemantauan; Evaluasi.

              Seorang siswa diharapkan mampu bersikap mandiri tahu apa yang telah, sedang atau akan dipelajari. Sebuah contoh penerapan kecerdasan metakgnitif adalah seorang siswa belajar hukum Archimedes, maka siswa harus berpikir menganalisis materi dari fenomena terapung, melayang dan tenggelam. Selanjutnya siswa mampu memberikan contoh-contoh penerapan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa akan memiliki greget untuk mempelajarinya. Menyadarkan siswa terkait kebermanfaatan dari konsep yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata.

              Meninjau keterampilan metakognitif yang meliputi tahap perencanaan, pemantauan dan evaluasi. Membelajarkan siswa untuk membangkitkan metakognitif dalam belajar penerapan hukum Archimedes, dengan disajikan masalah misal bagaimana sebuah POM bensin untuk mengetahui jenis BBM yang murni (tidak campuran), dalam belajar fluida siswa akan tahu jawabannya tentang masalah itu. Nah dari itu siswa dapat berpikir bahwa ilmu yang diajarkan itu akan perlu dalam kehidupan sehari-hari. Itu baru sebagian contoh segelintir konsep dalam fisika. Jika dikaji konsep-konsep apa saja dapat menyadarkan siswa pentingnya kita belajar. Sehingga selaku guru dapat memberi penguatan tentang membangkitkan keterampilan metakognitif siswa.

              Maka dari itu bagaimana pandai-pandainya guru menskenario pembelajaran untuk membangkitkan keterampilan metakognitif siswa.Sehingga apa yang menjadi tujuan hasil belajar dalam kurikulum 2013 akan tercapai.

SULASIH, M.Pd.

Guru Fisika SMA N 1 Sambungmacan

BERBAGI