Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Metode Drill Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Metode Drill Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

63
BERBAGI
Rochmiyanti,S.Pd Guru SMK N 1 JENAR
Rochmiyanti,S.Pd Guru SMK N 1 JENAR

Pelajaran yang dianggap sangat sulit bagi peserta didik matematika salah satunya. Pembelajaran matematika yang cenderung abstrak, sehingga konsep-konsep pembelajaran kurang bisa atau sulit dipahami oleh peserta didik. Tugas kita sebagai pengajar harus memperhatikan kemampuan berpikir peserta didik, atau dengan kata lain melakukan pengajaran bermakna. Metode yang digunakan seharusnya bervariasi dan sebagai akibatnya motivasi belajar peserta didik perlu untuk ditumbuhkan serta pola belajar cenderung teacher center (pembelajaran berpusat pada guru) .

Dengan keadaan yang seperti ini pembelajaran matematika hendaknya menggunakan metode yang bervariasi guna mengoptimalkan potensi peserta didik. Upaya-upaya pendidik dalam mengatur dan memberdayakan berbagai variabel pembelajaran merupakan bagian penting dalam keberhasilan peserta didik mencapai tujuan yang direncanakan. Pemilihan metode dalam pembelajaran guna tercapainya iklim pembelajaran aktif yang bermakna adalah tuntutan yang mesti dipenuhi oleh para pendidik. Apalagi untuk karakteristik peserta didik SMK yang berbeda dengan peserta didik sekolah umum ( SMA atau MAN ) ,terutama peserta didik SMKN 1 JENAR yang mengutamakan ke pola pikir ke dunia kerja ( DUDI ) karena karakteristik sosial yang menuntut siap kerja. Metode yang bisa kita terapkan untuk pembelajaran matematika SMK pada peserta didik salah satunya adalah metode drill.

Menurut Sudjana ( 1995 : 86 ) , metode drill merupakan metode dalam pengajaran dengan melatih peserta didik terhadap bahan yang sudah diajarkan atau diberika agar memiliki ketangkasan atau ketrampilan dari apa yang telah dipelajari. “Metode drill adalah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan memilih anak-anak terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan” (Achsanuddin Dkk, 1990: 56). Metode ini merupakan prosedur tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan. Proses yang harus dilakukan merupakan rangkaian stimulasi yang tersistem dalam satu bingkai aktifitas pembelajaran. Keterkaitan terpadu empat komponen dasar pembelajaran peserta didik, pengajar, bahan belajar dan metode akan dapat mengantar pada tujuan pendidikan yang diinginkan. Suatu metode tidak hanya akan mampu mengantarkan pada ketercapaian satu tujuan namun bisa mempunyai fungsi ganda atau dobel. Ketercapaian hasil dengan prestasi yang meningkat juga pengalaman peserta didik dan pendidik bisa menjadi sasaran sampingan dari penggunaan suatu metode.

Metode drill dapat lebih maksimal jika dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1). Kegiatan guru a)Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan atau perintah-perintah beserta jawabannya. b). Mengajukan pertanyaan secara lisan, tertulis, atau memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. c). Mendengarkan jawaban lisan atau memeriksa jawaban tertulis atau melihat gerakan yang dilakukan. d). Mengajukan kembali berulang-ulang pertanyaan atau perintah yang telah diajukan dan didengar jawabannya. 2). Kegiatan murid a). Mendengarkan baik-baik pertanyaan atau perintah yang diajukan guru kepadanya. b). Menjawab secara lisan atau tertulis atau melakukan gerakan seperti yang diperintahkan. c). Mengulang kembali jawaban atau gerakan sebanyak permintaan guru. d). Mendengarkan pertanyaan atau perintah berikutnya.

Dengan pemilihan metode yang tepat dalam membelajarkan suatu materi akan menjadikan suatu proses pembelajaran menjadi efektif, tujuan pembelajaran menjadi lebih mudah tercapai. Pengertian metode drill itu sendiri dari segi kebahasaan adalah metode latihan atau metode “training” yang merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Dalam proses pembelajaran bermacam komponen membentuk sistem pergerakan untuk mencapai perubahan, bermacam komponen menjadi sinergis apabila satu sama lain mendukung dan berkolaboratif secara aktif. Hambatan disalah satu komponen bisa menyebabkan adanya gangguan sehingga pembelajaran tidak berjalan efektif. Begitu juga pembelajaran dapat berjalan lancar apabila antara peserta didik dan pendidik saling aktif dan berinteraktif. Kelebihan metode drill anak mempunyai kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin dengan waktu yang relatif singkat sehingga diperoleh penguasaan dan ketrampilan yang diharapkan untuk peserta didik SMKN 1 JENAR.

Rochmiyanti,S.Pd
Guru SMK N 1 JENAR

BERBAGI