Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Metode Drill Tingkatkan Keterampilan Menjurnal

Metode Drill Tingkatkan Keterampilan Menjurnal

127
Clara Rachmawati, S.Pd. Guru SMA Negeri 1 Polanharjo Klaten
Clara Rachmawati, S.Pd. Guru SMA Negeri 1 Polanharjo Klaten

Kurikulum SMA 2013 menyebutkan materi akuntansi mulai diajarkan kepada siswa di kelas XII IPS. Wajar jika sebagian besar siswa menganggap akuntansi hal yang asing dan materinya sulit karena berhubungan dengan angka-angka. Para siswa beranggapan belajar akuntansi itu sekadar menghitung uang khayalan yang tidak ada secara nyata. Padahal sebenarnya belajar akuntansi dapat menyenangkan jika benar-benar ditekuni.

Belajar akuntansi tidak bisa dipahami secara langsung, namun harus bertahap sesuai dengan prosedur akuntansi yang telah ada. Dimulai dari persamaan dasar akuntansi, jurnal umum, buku besar, jurnal penyesuaian, neraca lajur hingga laporan keuangan.

Berdasarkan hasil pengamatan penulis menunjukkan bahwa hasil belajar akuntansi siswa masih rendah. Hal itu juga dialami oleh siswa SMA Negeri 1 Polanharjo kelas XII IPS semester 1 tahun 2019/2020 pada KD Menganalisis penyusunan siklus akuntansi pada perusahaan jasa, khususnya materi jurnal umum. Jurnal umum adalah buku harian yang digunakan untuk mencatat semua aktivitas transaksi secara kronologis dan sesuai urutan tanggal dengan mencantumkan nama transaksi, kelompok akun, dan nominal di kolom debit atau kredit.

Materi jurnal umum dianggap sulit oleh sebagian besar siswa disebabkan kurangnya minat siswa untuk membaca materi serta metode guru dalam menyampaikan materi di kelas kurang bervariasi atau monoton. Berdasarkan fakta tersebut, agar tujuan pembelajaran tercapai, maka harus dipilih metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa serta lingkungan belajarnya. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat menjadikan siswa tidak jenuh dalam menerima materi dari guru, mampu memperjelas konsep-konsep yang diberikan sehingga siswa dapat aktif, interaktif, dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa adalah metode drill. Menurut Hamdani (2011) metode drill merupakan metode yang mengajarkan siswa untuk melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki keterampilan dalam mengerjakan latihan soal. Sudjana (1995) mendefinisikan metode drill adalah metode dalam pengajaran dengan melatih peserta didik terhadap bahan yang sudah diajarkan/diberikan agar memiliki ketangkasan atau ketrampilan dari apa yang telah dipelajari.

Berdasar uraian di atas disimpulkan bahwa metode drill adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan melatih siswa agar menguasai pelajaran dan terampil. Dari segi pelaksanaannya siswa dibekali dengan pengetahuan secara teori, kemudian dengan pembimbingan guru, siswa disuruh mempraktikkannya sehingga menjadi mahir dan terampil.

Tahapan-tahapan yang diterapkan penulis dalam melaksanakan metode drill ini antara lain: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menjelaskan materi jurnal umum, 3) memberikan latihan-latihan soal dengan tingkatan soal yang bertingkat, 4) menciptakan suasana menyenangkan saat pembelajaran, 5) menarik perhatian siswa dalam pembelajaran, 6) melibatkan siswa untuk ikut aktif dalam pengerjaan soal jurnal umum, 7) memberikan kesempatan kepada siswa untuk terus berlatih.

Penerapan metode drill dalam materi jurnal umum dapat melatih siswa menghubungkan sebab akibat, dan kemampuan siswa semakin bertambah dengan pengulangan yang dilakukan. Siswa lebih mudah dalam memahami maksud transaksi dan menginterpretasikan kalimat dalam soal, menganalisis hubungan antar transaksi dengan tepat, menempatkan akun transaksi pada posisi yang tepat serta lebih cermat dalam menghitung nilai nominal transaksi. Penerapan metode drill meningkatkan keterampilan siswa mencatat transaksi kedalam jurnal umum.

Clara Rachmawati, S.Pd.
Guru SMA Negeri 1 Polanharjo Klaten