Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Metode Iqro’ Permudah Belajar Kimia

Metode Iqro’ Permudah Belajar Kimia

BERBAGI
Henny Widyastuti SMA Negeri 1 Kendal
Henny Widyastuti SMA Negeri 1 Kendal

JATENGPOS.CO.ID, – Kemampuan siswa dalam membaca rumus kimia masih menjadi permasalahan tersendiri, bahkan sampai siswa mau lulus dari SMA pun masih sering kesulitan. Membaca rumus kimia berarti memahami tatanama senyawa, siswa harus mengenali bahkan  harus benar-benar hafal lambang unsur kimia. Bagi siswa jurusan IPA belajar hafalan kurang menarik maka diperlukan metode yang tepat supaya kesan hafalannya tidak tampak.

Melihat anak-anak belajar membaca Al’quran menggunakan metode iqro’, menginspirasi pada pembelajaran kimia. Membaca Al’quran yang hurufnya sangat berbeda dengan huruf latin, anak-anak dapat dengan mudah membaca dan dapat terekam dengan baik. Jika anak sudah bisa membaca Al’quran, maka tidak akan melupakannya sampai kapanpun. Diawali dengan membaca perhuruf hijaiyahnya dan mengulang ulangnya (baca lagi baca lagi). Setelah mengenali satu huruf hijaiyah maka akan dilanjutkan huruf hijaiyah berikutnya dengan mengulang ulangnya (baca lagi baca lagi), sampai semua huruf hijaiyah dapat dikenalinya dengan baik. Anak dapat melanjutkan ke halaman berikutnya jika sudah menguasai halaman sebelumnya. Tahapan berikutnya anak dikenalkan rangkaian beberapa huruf hijaiyah dari yang sederhana ke yang kompleks. Tahapan ini juga dilakukan secara berulang-ulang.

Metode iqro’ salah satu metode membaca Al’quran yang menekankan langsung pada latihan membaca, dari tingkat sederhana sampai yang kompleks, tahap demi tahap sampai pada tingkatan yang sempurna. Metode ini dalam prakteknya tidak memerlukan alat-alat yang bermacam-macam karena ditekankan pada bacaannya (fasih/benar membaca). Bacaan langsung tanpa dieja artinya diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah dengan cara belajar siswa aktif (CBSA) dan lebih bersifat individual. Metode Iqro’ yang disusun oleh ustadz As’ad Humam dari Yogyakarta ini memang sudah diakui dan dimanfaatkan banyak orang.

Salah satu KD kimia kelas X MIPA adalah menentukan nama rumus kimia senyawa. Untuk dapat menentukan nama rumus kimia siswa harus menguasai tatanama senyawa, baik senyawa ion maupun kovalen. Pembelajaran kimia materi tatanama senyawa siswa harus dapat memberi nama senyawa. Memberi nama atau membaca rumus senyawa sangat berbeda dengan membaca huruf latin. Oleh karena itu penulis ingin mencoba belajar tatanama dengan menggunakan metode iqro’.

Dari inspirasi di atas, penulis mencoba menggunakan metode iqro’ ini yang prinsipnya adalah “baca lagi baca lagi” untuk pembelajaran kimia tatanama senyawa. Penulis menyiapkan bahan ajar yang modelnya seperti kitab iqro’. Mula-mula bahan ajar menyajikan rumus-rumus kation monoatom dari logam-logam golongan utama (golongan A) dan anion monoatom. Setelah menguasai kation anion monoatomik, disajikan rumus-rumus senyawa yang terbentuk dari ion-ion tersebut.

Tahapan berikutnya bahan ajar iqro’ menyajikan kation golongan transisi (golongan B) dan anion poliatomik yang diikuti dengan rumus-rumus senyawa yang terbentuk dari kation dan anion poliatomik tersebut. Dari bahan ajar itu, siswa menggunakannya dengan cara ‘baca lagi baca lagi’ secara individual bersama teman sebangkunya. Kemudian maju bersama teman sebangku di tes guru untuk membaca, hal inilah yang menuntut siswa untuk mengenali kation dan anion yang ada. Rumus-rumus yang dibaca siswa berulang-ulang inilah yang terekam baik dalam memorinya. Akhirnya siswa hafal tanpa terasa menghafal, sehingga metode iqro’ ini sangat membantu dalam menguasai kompetensi dasar tatanama senyawa kimia.

Layaknya metode pembelajaran pada umumnya, metode iqro’ ini juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain : 1) menuntut siswa aktif, 2) dapat diterapkan pembelajaran klasikal, privat maupun eksistensi (siswa yang lebih pandai menyimak temennya yang masih kurang), 3) komunikatif, antara siswa dengan guru, 4) antar siswa saling menyimak ketika temennya membaca. Sedangkan kelemahannya memerlukan pengelolaan waktu yang cermat agar pembelajaran efektif efisiensi.

Henny Widyastuti

SMA Negeri 1 Kendal

BERBAGI