Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Metode “Jigsaw Puzzle” Tuntaskan Belajar Peta

Metode “Jigsaw Puzzle” Tuntaskan Belajar Peta

92
Rita Rela Trisnawati, S. Pd. SDN PATI KIDUL 05 Pati
Rita Rela Trisnawati, S. Pd. SDN PATI KIDUL 05 Pati

Pembelajaran IPS di sekolah dasar mencakup tiga mata pelajaran, yaitu geografi, sejarah, dan ekonomi. Khusus pada mata pelajaran Geografi banyak sekali menyajikan peta, yang semuanya itu harus dikuasai oleh para siswa. Guru yang mengajar selama ini sering menyuruh siswa untuk menghafal nama-nama pulau yang terdapat di dalam peta Indonesia dan menunjukkan letak pulau di dalam peta Indonesia. Namun, kegiatan ini tidak membuahkan hasil yang efektif. Sebagian para siswa masih banyak yang kurang mengingat dan tidak bisa menemutunjukkan keberadaan pulau di dalam peta Indonesia, sehingga pembelajaran IPS selama ini masih menemukan kendala. Untuk itulah, guru perlu mencari alternatif lain guna mengefektifkan pembelajaran IPS, khususnya pada pokok bahasan ASEAN di kelas VI, yaitu dengan permainan jigsaw puzzle. Guru adalah orang yang bertanggung jawab secara langsung dalam menciptakan pembelajaran efektif dan diharuskan pula meningkatkan prestasi belajar murid. Implementasi dari hal ini dilaksanakan dalam proses pembelajaran sehari-hari di kelas melalui berbagai kegiatan.

Tarigan (1986:234) menyatakan bahwa “pada umumnya para siswa menyukai permaianan dan mereka dapat memahami dan melatih cara penggunaan kata-kata, puzzle, crossword puzzle, anagram dan palindron”

Jigsaw puzzle adalah jenis permainan teki-teki menyusun potongan-potongan gambar. Caranya sederhana sekali, siswa dihadapkan peta Indonesia, kemudian mereka diberi potongan-potongan pulau yang ada di Indonesia yang akan ditempatkan di dalam peta. Dari yang hanya satu kepingan gambar, kemudian menjadi sebuah gambar yang dipotong menjadi beberapa buah potongan kertas sehingga membentuk sebuah peta Indonesia. Jenis permainan ini umumnya sangat disukai oleh anak-anak, selain dapat menyenangkan siswa kelas VI, jenis permainan ini mengajak mereka untuk berpikir kreatif.

Kelebihan dari media Puzzle antara lain, melatih psikomotorik, melatih daya ingat, siswa tertarik dengan kegiatan permainan ini. Selain itu suasana kelas menjadi lebih bergairah. Di kelas terjadi interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan dari pada guru. Siswa kreatif dalam melakukan kegiatan. Siswa termotivasi untuk melakukan kegiatan. Siswa mampu bekerja sama dalam kelompoknya.

Kekurangan dari Media Puzzle juga perlu diperhatikan antara lain, membuat siswa hanya ingin bermain main, siswa asik dengan susun menyusun dan tidak memperhatikan sekelilingnya. Selain itu biaya yang diperlukan untuk membuat alat peraga cukup besar. Biasanya suasana kelas menjadi ramai (sedikit ribut). Waktu yang dibutuhkan kurang efektif dan efisien. Meski demikian guru harus mampu mengelola kelas dengan baik.

Kemampuan guru menggunakan media serta penerapan metode yang tepat dapat meningkatkan tingkat pemahaman siswa terhadap materi peta. Hal ini akan lebih bermakna karena siswa mendapat pengalaman langsung melalui aktivitas yang menarik.

Puzzle sebagai Media Pembelajaran yang Inovasi dalam Pembelajaran IPS di SD karena dalam proses belajar mengajar IPS di sekolah umumnya dianggap tidak menarik dan membosankan, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Selain itu memang ada anggapan bahwa mata pelajaran IPS tidak begitu penting sehingga siswa dalam proses belajar mengajar tidak begitu serius dalam mengikutinya. Beberapa indikator yang menunjukan bahwa mata pelajaran IPS tidak menarik atau penting adalah nilai-nilai pelajaran IPS tidak begitu tinggi, serta program Ilmu Sosial di SMA dianggap sebagai program nomor dua setelah Ilmu Alam.

Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan media-media pembelajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik. Media puzzle bersifat sederhana, mudah dibuat dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan daya konsentrasi dalam pembelajaran IPS.

Rita Rela Trisnawati, S. Pd.
SDN PATI KIDUL 05
Pati