Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “Mind Mapping”, Tingkatkan Aktifitas Belajar IPS

“Mind Mapping”, Tingkatkan Aktifitas Belajar IPS

90
Malikhatin, S.Pd. SMP N 3 Welahan - Jepara
Malikhatin, S.Pd. SMP N 3 Welahan - Jepara

 Dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya menyampaikan materi namun harus bisa secara maksimal menyampaikan apa isi dari materi yang diajarkan dalam mata pelajaran IPS. Untuk itu guru harus mampu menentukan metode pembelajaran agar materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Menurut Sanjaya (2008:55) peran guru menjadi kunci keberhasilan dalam pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Berdasarkan pendapat para pakar  guru sangat penting perannya dalam proses pembelajaran. Guru harus bisa menjadi fasilitator dan motifator untuk siswa.

                Kebanyakan dalam pembelajaran IPS guru menggunakan metode ceramah dan hafalan  yang membuat siswa merasa bosan, tidak menarik dan mengantuk sehingga membuat prestasi siswa menurun. Guna meningkatkan rasa tertarik  siswa , guru harus berinisiatif   menggunakan metode selain ceramah dan hafalan. Metode yang dipakai harus melibatkan siswa  aktif dan kreatif  dalam pembelajaran. Guna meningkatkan keaktifan dan prestasi siswa guru menggunakan metode “ mind mapping”  dalam pembelajaran IPS pada materi Negara-negara dikawasan Asia Tenggara. “Mind Mapping” ( Peta Pikiran)  adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan kita  mengingat banyak informasi. Menurut Buzan (2010: 4) menyatakan Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran kita. Khususnya di kelas VIII B  SMPN 3 Welahan terlihat suasana kegiatan pembelajaran yang tidak hidup, banyak siswa mengantuk dan tidak aktif, maka untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi siswa  guru menggunakan metode mind mapping  agar memungkinkan  siswa  mengeluarkan gagasannya dan  mencatatnya secara  kreatif . Mind Mapping  bertujuan membuat materi pembelajaran terpola secara visual dan grafis yang ahirnya dapat membantu merekam, mengingat dan memperkuat kembali informasi yang telah di pelajari. Melalui mind mapping siswa memetakan konsep yang diperoleh dari buku pada selembar kertas dalam bentuk simbol, kata-kata, gambar serta garis dengan berbagai warna sehingga memudahkan otak dalam menyerap informasi yang di terima.

              Langkah dalam pembelajaran mind mapping guru membagi kelas menjadi beberapa  kelompok . Masing masing kelompok mengambil kertas yang berisikan nama negara di Asia   Tenggara,   kemudian siswa mencari gambar bendera yang sudah disediakan oleh guru dan disesuaikan dengan negara yang didapatkannya. Setelah itu bendera di tempel ditengah kertas karton dan siswa mulai membuat peta konsep.  Guru memberi waktu 20 menit  pada siswa untuk menganalisis, membuat konsep,  dan gagasan tentang negara tersebut.  Dalam membuat mind mapping  siswa diberi kebebasan untuk mengeluarkan ide atau gagasannya sekreatif mungkin. Setelah selesai catatan yang di buat membentuk pola atau gagasan yang saling berkaitan dengan topik utama di tengah, sementara perincian menjadi cabang- cabangnya.  Agar  mind mapping lebih menarik maka ada baiknya di buat warna warni, lucu, serius, simpel dan sederhana. Guru memberi contoh mind mapping berbentuk pohon, daun, dan tata surya, agar siswa lebih paham. Setelah selesai guru memberikan kesempatan  tiap kelompok  mempresentasikan hasilnya dan kelompok lain menanggapinya.

              Ternyata dari pembelajaran dengan metode mind mapping ini  selain membuat anak kreatif,  dan efisien dalam penggunaan waktu pembelajaran ,  bisa mengubah pola pencatatan secara linier dan langsung dapat di pahami oleh siswa dan mudah di ingat. Sehingga  tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan , menarik, tidak membosankan dan meningkatkan prestasi  belajar IPS.

 

Malikhatin, S.Pd.

SMP N 3 Welahan – Jepara