Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “ Mind Mapping” Tingkatkan Keaktifan dan Kreativitas Belajar Siswa

“ Mind Mapping” Tingkatkan Keaktifan dan Kreativitas Belajar Siswa

220
Darwita, S.Pd Guru IPS SMP Negeri 1 Tahunan Jepara

Metode dan model Pembelajaran sangat menentukan keberhasilan peserta didik. Metode  dan model pembelajaran yang tidak tepat akan membuat peserta didik jenuh dan tidak bersemangat. Penulis mengampu pelajaran IPS di kelas VIII A, B, C dan D di SMP Negeri 1 Tahunan Jepara. Hari itu berlangsung pembelajaran IPS di kelas VIII C, penulis menyampaikan materi dengan metode ceramah, baru berjalan 15 menit, peserta didik  tidak bersemangat, dan ketika ditanya jawabannya mengantuk. Penulis mencoba mengingat metode lain. Terpikirlah secara spontan metode diskusi dengan model mind mapping. Metode ini penulis rasa bisa menjadikan peserta didik aktif, kreatif dan penuh dengan kompetitif.

Menurut Sunaryo ( 2003 : 27 ) dalam Sukestiyarno , keaktifan adalah suatu respon yang diberikan oleh seseorang  akibat adanya suatu aksi. Keaktifan dalam pembelajaran ini ditunjukkan dengan aktifitas peserta didik yang meliputi : (1) partisipasi aktif dalam mengawali pembelajaran; (2) partisipasi dalam proses pembelajaran;  (3)  keaktifan peserta didik dalam kegiatan menutup pembelajaran; (4)  keaktifan dalam menerima tugas .

Mind Mapping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut, mengembangkan cara berpikir kreatif, alat berpikir organisasional yang sangat hebat, cara mudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan, Tony Buzan(2008:4). Manfaat mind mapping dari segi waktu dapat mengefisienkan penggunaan waktu dalam mempelajari informasi.

            Penulis praktikkan model  mind mapping ini. Karena sifatnya spontan, papan tulis penulis jadikan 2 papan kerja, diberi garis tengah. Bagian pertama penulis buatkan tema  Kedatangan Bangsa Barat  ke Indonesia dan bagian yang kedua dengan tema  Kondisi Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan. Penulis menyampaikan cara kerjanya. Kalau di papan tulis sudah ada dua tema, peserta didik diarahkan membuat sub temanya, ibarat sebuah pohon peserta didik mengembangkan dahan dan rantingnya, begitu terus sampai ranting terkecil. Peserta didik diberi kebebasan maju menuangkan hasil temuannya dari materi yang dibaca yang bersumber buku paket, setiap peserta didik wajib menuangkan konsep-konsep dalam imajinasinya dan mereka diberi kebebasan maju beberapa kali menuangkan gagasannya. Hasilnya sangat menggembirakan karena semua siswa aktif berlomba-lomba, berebut untuk maju. Selesai pelajaran hari itu penulis adakan refleksi dan peserta didik menyatakan senang dengan model mind mapping. Model ini penulis terapkan di semua kelas yang penulis ampu.

            Pada pertemuan berikutnya dalam pembelajaran penulis terapkan model ini, dengan kondisi yang lebih siap . Ketentuan cara kerjanya : 1). Peserta didik dibagi menjadi 8 kelompok, 2). Setiap kelompok terdiri 4 siswa, 3). Kelompok 1-4 membuat mind mapping dengan tema Perlawanan Terhadap Persekutuan Dagang dan kelompok 5-8 dengan tema Perlawanan Terhadap Pemerintahan Hindia Belanda, 4). Hasil kerja dibuat di kertas karton putih ukuran 70 cm X 50 cm yang telah disiapkan, 5). Setiap kelompok diberi kebebasan berkreativitas dalam bentuk, tulisan maupun warna, 6). Hasil kerja kelompok ditempel di papan tulis dan papan karya siswa, 7). Setiap kelompok diberi kesempatan untuk window shopping untuk melihat hasil karya kelompok lain. Pembelajaran model ini hasilnya luar biasa. Keaktifan, kreatifitas  dan prestasi peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan.

           

Oleh : Darwita, S.Pd

Guru IPS SMP Negeri 1 Tahunan Jepara