Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Minimalisir Permasalahan Sosial dengan Problem Solving

Minimalisir Permasalahan Sosial dengan Problem Solving

BERBAGI

JATENGPOS .CO.ID, – Permasalahan sosial yang kian kompleks pada era globalisasi ini semakin berkembang dengan variatifnya. Banyaknya permasalahan sosial disebabkan oleh perubahan sosial ditengah-tengah pengaruh globalisasi. Oleh karena perlu kewaspadaan tinggi atas perkembangan pada era digital ini dan tidak asal menerima mentah atas perkembangan globalisasi.  Maka perlu adanya kajian-kajian, pengamatan dan diskusi berbagai permasalahan sosial yang terjadi. Permasalahan muncul tidak sekadar globalisasi, namun bisa jadi dari bentuk modernisasi, westernisasi dan konsumerisme. Permasalahan-permasalahan ini sudah cukup menjalar tidak hanya masyarakat umum tetapi pada peserta didik juga. Unsur budaya barat sangat mempengaruhi pola perilaku peserta didik baik gaya maupun trend mode pakaian. Mestinya pada peserta didik ditanankan jiwa-jiwa kewirausahaan untuk membekali diri justru jiwa konsumerisme terkadang sudah merambah pada mereka.

Hal-hal yang demikian perlu adanya perlu diluruskan kembali oleh para pemangku pendidikan. Agar peserta didik tidak larut dalam banyaknya permasalahan sosial yang terjadi karena beberapa faktor globalisasi, modernisasi, westernisasi dan konsumerisme. Bentuk antisipasi tersebut dapat diimplemetasikan dalam bentuk sistem pengajaran di sekolah. Penyajian materi oleh guru mata pelajaran sosiologi kiranya dapat meminimalisir terjadinya konflik sosial. Pemberian solusi atas masalah-masalah sosial dapat memberikan wacana bagi peserta didik lebih awal sebelum banyak terkontaminasi atas gejala-gejala perubahan sosial  pada lingkungan masyarakat. Maka dalam proses belajar mengajar dengan materi permasalahan sosial pada era globalisasi ini dapat digunakan alternatif pembelajaran dengan model problem solving.

Dengan adanya penerapan model problem solving ini sekiranya dapat meminimalisir permasalahan-permasalahan sosial yang kerap terjadi dewasa ini. Dengan problem solving peserta didik dihadapkan dengan beberapa permasalahan sosial yang berbeda setiap kelompoknya yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi serta pada akhirnya peserta didik dalam diskusi kelompoknya dapat menemukan alternatif pemecahan masalah sesuai tema tersebut. Sintaknya dari proses belajar mengajar menggunakan model problem solving ini peserta didik dikondisikan supaya pembelajaran kondusif dengan memberikan penguatan dengan berbagai contoh permasalahan perubahan sosial berikut dengan pemecahannya dengan mengajak diskusi. Kemudian guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, setiap kelompok kurang lebih 6 peserta didik. Sebelum berkelompok, guru menjelaskan tugas yang akan diselesaikan dalam kelompoknya.

Pada prinsipnya setiap kelompok akan mendapatkan amplop kecil satu didalamnya terdapat contoh-contoh kasuistik. Dengan batasan waktu tertentu setiap kelompok akan membuka amplop tersebut dengan tema permasalahan sosial yang berbeda dan di diskusikannya. Setelah selesai berdiskusi peserta didik dalam kelompok menidentifikasi, mengeksplorasi dan akhirnya menemukan solusi atas masalah tersebut. Tidak hanya pembelajaran yang berlangsung  secara menarik karena mengangkat tema yang beda. Namun lebih pembelajaran bagaimana mensikapi bentuk-bentuk pensikapan atas permasalahan serta solusi yang tepat mengatasi problem tersebut.

Dra. SETYANI BUDI RAHAYU, M.Pd._GURU SOSIOLOGI SMA N 1 BOJA
BERBAGI