Beranda Jateng Banyumas Miris, Tingkat Konsumsi Ikan Jateng Paling Buncit

Miris, Tingkat Konsumsi Ikan Jateng Paling Buncit

50
BERBAGI
Ikan tangkapan nelayan (Ilustrasi, Antara)

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan tingkat konsumsi ikan masyarakat meningkat menjadi 36 kilogram/kapita/tahun dari sebelumnya hanya 26 kilogram.

“Saat ini tingkat konsumsi ikan di Jateng tergolong rendah, bahkan secara peringkat nasional berada di posisi terbawah,” kata Kasi Pengembangan Usaha dan Logistik Bidang Penyuluhan dan Usaha Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Suparno saat kampanye gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) di Gedung Graha Mustika Kudus, Rabu.

Kegiatan tersebut, diikuti ratusan anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dharma Wanita se-Kabupaten Kudus.Acara kampanye dimeriahkan dengan lomba masakan menu serba ikan dengan peserta seluruh PKK dari sembilan kecamatan serta expo aneka olahan ikan dari anggota komunitas Asosiasi Pengolah dan Pembudidaya Ikan Kabupaten Kudus.

Untuk itulah, kata dia, rutin melakukan kampanye gemar makan ikan dengan berkeliling ke semua kabupaten/kota di Jawa Tengah.Saat ini, lanjut dia, masyarakat diributkan masalah kenaikan harga telur dan daging ayam.

“Nah, sebagai solusinya bisa mengonsumsi daging ikan yang sama kandungan proteinnya namun harganya di bawah daging hewan ternak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sumber protein hewani, yakni dari daging merah yang berasal dari Kerbau, sapi, kambing, ayam, dan ternak lainnya dan daging putih berasal dari ikan.

Hampir semua jenis ikan, kata dia, harganya di bawah harga daging merah, terkecuali daging ikan salmon.Adapun sasaran kampanye gemar makan ikan, kata dia, tahun ini sasarannya para ibu-ibu PKK, Dharmawanita, dan kelompok sadar wisata. (hfd/ant)

BERBAGI