Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Model Examples non Examples Tingkatkan Minat Belajar Daring

Model Examples non Examples Tingkatkan Minat Belajar Daring

75
Fifi Ari Susanti, S.Pd Guru SDN Keblukan, Kecamatan Kaloran, KabupatenTemanggung

Belajar secara daring menuntut siswa mempersiapkan sendiri pembelajarannya, mengevaluasi, mengatur dan secara stimulan mempertahankan motiviasi dalam belajar menyatakan bahwa pembelajaran daring dapat meningkatkan minat peserta didik. Minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepada seseorang (bisanya disertai dengan perasaan senang), karena merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. Menurut Sardiman (2011:76) menyatakan bahwa: “Pengertian Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhannya sendiri. Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agara anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada di dalam gambar. Pembelajaran kooperatif model Examples Non Examples adalah suatu model pengajaran guru dengan menggunakan contoh-contoh atau gambar yang relevan dengan KD, sehingga dapat membantu peserta didiknya belajar disetiap mata pelajaran. Karakteristik model pembelajaran examples non examples. Kurniadi (dalam ema, 2013:1) mengemukakan bahwa model pembelajaran examples non examples atau juga biasa disebut examples and  non examples merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar/foto sebagai media pembelajaran.

Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada di dalam gambar. Examples Non Examples menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples dan non examples, Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non-example memberi gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.

Langkah-langkah yang saya lakukan dalam kegiatan pembelajaran di SD Negeri Keblukan, Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung adalah yang pertama mengkondisikan anak untuk sudah siap dalam zoom meeting, menampilkan gambar ditayangkan melalui sharescreen. Pada tahapan ini meminta peserta didik untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok peserta didik. Dilanjutkan memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis gambar. Biarkan peserta didik melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil gambar dapat dipahami oleh peserta didik.

Melalui diskusi kelompok 2-3 orang peserta didik, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Peserta didik dilatih untuk menjelaskan hasil diskusi mereka melalui perwakilan kelompok masing-masing. Mulai dari komentar/hasil diskusi peserta didik yang dituliskan melalui kolom chat dalam zoom. Secara bersama menyimpulkan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pembelajaran daring di kelas IV SD Negeri Keblukan memiliki tantangan khusus, lokasi siswa dan guru yang terpisah saat melaksanakan menyebabkan guru tidak dapat mengawasi secara langsung kegiatan siswa selama proses pembelajaran.  Tidak ada jaminan bahwa siswa sunguh-sungguh dalam mendengarkan ulasan dari guru. Keuntungannya dari model ini adalah peserta didik lebih kritis dalam menganalisis gambar, peserta didik mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar, peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model Examples non Examples dapat memberikan konsep nyata bagi peserta didik. Selama pembelajaran berlangsung, peserta didik dilibatkan dalam proses penemuan sehingga dapat meningkatkan minat belajar  peserta didik untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi.

 

OLEH : 

Fifi Ari Susanti, S.Pd   

Guru SDN Keblukan, Kecamatan Kaloran, KabupatenTemanggung