Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Model Kontekstual Tingkatkan Hasil Pembelajaran PPKn

Model Kontekstual Tingkatkan Hasil Pembelajaran PPKn

82
Dra. Sami ( Guru PPKn SMK N 10 Semarang)
Dra. Sami ( Guru PPKn SMK N 10 Semarang)

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi paradigma pembelajaran di sekolah banyak mengalami perubahan, terutama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan, siswa kurang aktif dalam belajar, dikarenakan model pembelajaran kurang menarik karena tidak melibatkan siswa secara aktif. Keaktifan siswa rendah justru disebabkan oleh pembelajaran yang berpusat pada guru karena hanya menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional, sehingga nilai ulangan harian yang dicapai siswa rata- rata 50 – 60 padahal KKM di SMK adalah 75.

Dengan demikian guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik ranah kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar PPKn. Pelajaran PPKn merupakan mata pelajaran yang bertujuan membentuk siswa menjadi Warga Negara Indonesia yang baik. Agar misi pelajaran PPKn dapat berhasil, maka guru perlu memilih model pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dengan model pendekatan Kontekstual.

Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) atau pendekatan Kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Wina Sanjaya, 2006:109). Pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar PPKn pada kompetensi Hakikat Hak dan Kewajiban Warga Negara untuk siswa kelas XII SMK N 10 Semarang .

Langkah – langkah pembelajaran kontekstual: 1) Pendahuluan: a. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu hakekat hak dan kewajiban warga negara. b. Guru menjelaskan prosedur pembelajaran kontekstual. c. Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap siswa yaitu pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari. 2) Inti dilapangan : a. Siswa melakukan observasi sesuai dengan pembagian tugas kelompok. b. Siswa mencatat hal yang mereka temukan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya. 3) Di dalam kelas: Siswa mendiskusikan, melaporkan, dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain.

Dengan demikian siswa antusias, aktif mengerjakan tugas secara kelompok sehingga suasana belajar sangat menyenangkan karena adanya kerjasama, untuk menemukan sendiri jawabannya. Siswa sadar akan hak dan kewajibannya sehingga dapat menjalankan kewajiban baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dengan siswa yang ditujukan untuk melakukan perubahan sikap dan pola pikir kearah yang lebih baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

Dapat disimpulkan model kontekstual sangat tepat untuk menyampaikan materi hak dan kewajiban. Sehingga siswa dapat menerapkan hak dan melaksanakan kewajiban sebagai warga negara serta dapat memecahkan persoalan yang dihadapi di dalam kehidupan nyata. Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan, watak dan karakter warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pendekatan Kontekstual membantu guru dan siswa membuat kaitan materi yang diajarkan dengan situasi nyata, sehingga mampu melebur pemahaman materi yang dimiliki dengan implementasinya dalam kehidupan. Penerapan model pembelajaran Kontekstual sangat menarik dan menyenangkan karena melibatkan siswa secara penuh dalam kehidupan nyata, dan meningkatkan hasil belajar PPKn.

Dra. Sami
( Guru PPKn SMK N 10 Semarang)

.