Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “Modem Mama” Tingkatkan Prestasi Belajar PAI

“Modem Mama” Tingkatkan Prestasi Belajar PAI

23
Nurlaela, S.Pd.I Guru SD Negeri 1 Karangkobar

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk menyiapkan siswa dalam hal memahami, menghayati, dan meyakini hingga menerapkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan. Menurut Propenas 2000-2004 (UU No. 25 Tahun 2000) menyatakan bahwa PAI di sekolah umum bertujuan untuk meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaan serta pembinaan akhlak manusia dan budi pekerti luhur. Pelajaran PAI yang dipelajari di sekolah berperan dalam memberikan pemahaman terhadap siswa, sehingga setelah mereka memahami materi yang diberikan diharapkan mereka mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pentingnya peranan pendidikan Islam dalam kehidupan nyata, maka sekolah perlu meningkatkan berbagai usaha untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Berdasarkan hasil observasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas IVA SD Negeri 1 Karangkobar pada materi memahami Allah itu ada melalui pengamatan terhadap makhluk ciptaan-Nya di sekitar rumah dan sekolah, peserta didik belum dapat menunjukan  prestasi belajar yang  memuaskan.  Ketuntasan belajar baru mencapai 29,73% (11 siswa dari 37 siswa) dan nilai rata-rata 57,65, dengan KKM 70,00.  Rendahnya prestasi belajar disebabkan selama ini masih memakai model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran konvensional yang lebih menekankan pada fungsi guru sebagai pemberi informasi, sedangkan siswa lebih diposisikan sebagai pendengar dan mencatat sehingga interaksi hanya satu arah dari guru ke siswa. Keadaan di kelas siswa hanya pasif menerima materi yang disampaikan oleh guru atau bisa dikatakan kegiatan belajarnya lebih berpusat pada guru (teacher centered).

Melihat dan mencermati permasalahan yang ditemukan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa, serta dapat memberi siswa pengalaman langsung. Salah satu model pembelajaran yang djadikan alternatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berikutnya, yaitu Model Pembelajaran Make and Match disingkat menjadi MODEM MAMA. Menurut  Wahab (2009:59), Model Pembelajaran Make and Match (MODEM MAMA) adalah sistem pembelajaran yang mengutamakan penanaman kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi disamping kemampuan berpikir cepat melalui permainan mencari pasangan dengan dibantu kartu. Menurut Lie (2003:27) Model Pembelajaran Make and Match (MODEM MAMA) dapat melatih siswa untuk memiliki sikap sosial yang baik dan melatih kemampuan siswa dalam bekerja sama disamping melatih kecepatan berfikir siswa. Suyatno (2009 : 72) mengungkapkan bahwa MODEM MAMA di mana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban kemudian siswa mencari pasangan kartunya.

Sintaks MODEM MAMA menurut Aqib zainal (2013 : 23 ) adalah sebagai berikut: (1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban), (2) Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang, (3) Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal atau kartu jawaban). (4) Siswa yang dapat mencocokan kartu nya sebelum batas waktu diberi poin, (5) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya. (6) Kesimpulan

Penerapan Model Pembelajaran Make and Match (MODEM MAMA) dapat menumbuhkan semangat dalam kegiatan belajar. Materi pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa.. Mampu menciptakan suasana belajar yang hidup, kondusif, dan menyenangkan. Materi lebih mudah dipahami oleh siswa, karena siswa dituntut untuk bersikap aktif dalam pembelajaran. Hal ini berimbas prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa Kelas IVA SD Negeri 1 Karangkobar pada kondisi awal  rerata hanya 57,65,dengan ketuntasan belajar 11 siswa (29,37%). Setelah dilakukan penerapan Model  Pembelajaran Make and Match (MODEM MAMA) rerata menjadi 76,49 dan ketuntasan belajar 30 siswa (81,08%).

 

 Nurlaela, S.Pd.I

Guru SD Negeri 1 Karangkobar