Beranda Semarang Morifa Hand Sanitizer Karya Mahasiswa Undip Praktis dan Ekonomis

Morifa Hand Sanitizer Karya Mahasiswa Undip Praktis dan Ekonomis

96

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Mahasiswa Undip berhasil melakukan inovasi yang patut mendapatkan apresiasi, berupa “Morifa Hand Sanitizer”. Morifa merupakan singkatan dari Moringa oleifera yang berarti daun kelor.

Lantaran inovasinya dalam menghasilkan produk kesehatan yang organik dengan strategi pemasaran dan branding yang unik itu, kini Morifa telah menjangkau berbagai target market di Indonesia dan dapat memberikan penghasilan yang cukup menguntungkan. Dalam era generasi milenial jaman sekarang ini, masyarakat pada umumnya lebih menyukai sesuatu yang serba praktis dan instan untuk dibawa bepergian.

Dilain sisi masyarakat perlu peduli dengan kebersihan tangan terutama saat sebelum makan, karena tangan merupakan media utama penyebaran penyakit. Karya tersebut menyusul potensi tanaman kelor di Indonesia, dimana tanaman kelor merupakan tanaman yang mudah dan cepat tumbuh pada iklim tropis seperti di Indonesia. Salah satunya yaitu kampung konservasi kelor di daerah Blora, Jawa Tengah yang mampu menghasilkan 100 ribu ton daun kelor per bulan.

Melihat dari potensi tersebut dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, lima mahasiswa yakni Hasta Brian Permana, Khoirul Huda, Muhammad Miftahur Rahman, Imron Hambyah dan Agnes Charisika Waluyo mampu membuat inovasi Hand sanitizer dengan bahan alami yaitu daun kelor. Salah satu hal mendasar yang memotivasi mereka untuk mengembangkan produk ini adalah dampak positif atau testimonial positif yang telah diterima dari pelanggan, teman dan keluarga yang memakai hand sanitizer organik.

Selain itu juga meningkatnya kerja sama mitra dari berbagai wilayah di Indonesia. Sekarang Morifa telah menjangkau pasar Semarang, Palembang, Padang, Kudus, Magelang, Tuban, Pati, Demak, Blora, Grobogan, Jambi, Cikampek, Bandung, dll.

Sehingga muncullah keinginan dari mereka untuk menggantikan produk hand sanitizer komersial dengan kadar alkohol 60-80% yang biasa dipakai dengan hand sanitizer organik daun kelor ini. Karena mereka menyadari bahwa kadar alkohol yang tinggi yang terdapat dalam hand santizer komersial dapat menimbulkan berbagai efek negatif pada kulit.

Misalnya Bahaya alkohol dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit seperti iritasi, keriput, pucat dan kering. Mereka mengganti kandungan alkohol berkadar tinggi dengan ekstrak daun kelor yang mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan lainnya.

Kandungan flavonoid dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakterial dan antivirus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albican, dan Xanthomonas.

Harapannya produk ini dapat dikomersialisasikan di Indonesia sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk masyarakat terutama dalam menjaga kesehatan yang di awali dengan menjaga kesehatan tangan. (bis/mar)