Beranda Hukum & Kriminal Motor Siswa SMP Dibegal “Guru”, Korban Ditodong Pisau

Motor Siswa SMP Dibegal “Guru”, Korban Ditodong Pisau

BERBAGI
Ilustrasi.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Seorang siswa SMP menjadi korban begal motor, Rabu (13/12) siang. Akibatnya, korban harus merelakan sepeda motor yang dikendarainya dibawa kabur setelah ia ditodong dengan pisau oleh pelaku yang mengaku guru SMP. Kasus tersebut saat ini ditangani Polsek Pasarkliwon setelah korban, Ronald Armaeida (14), warga Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon melapor ke pihak berwajib.

“Tadinya saya mengantar makan siang adik saya di SDN Mojo, saat mau pulang di tengah jalan tiba-tiba ada laki-laki yang menghentikan motor saya dan minta tolong untuk diantarkan ke SMPN 11 (Solo). Katanya dia guru matematika di situ,” tutur Ronald usai membuat laporan polisi di Mapolsek Pasarkliwon, Kamis (14/12).

Kepadanya, lanjut Ronald, pelaku bercerita jika ia tadinya keluar bersama temannya, namun karena temannya ada kepentingan ia pun ditinggal. Dan kebetulan Ronald sedang melintas.

Ronald yang mendengar cerita pelaku pun percaya dan mau menolong. Apalagi siswa Kelas IX SMP Al Islam Jamsaren itu melihat penampilan pelaku yang mengenakan baju batik Korpri dan menggunakan tag nama di dadanya.

“Saya pun memboncengkannya dan selama perjalanan ngobrol seperti biasa, tanya saya sekolah di mana, sudah kelas berapa, dan lain-lain. Jadi waktu di jalan tidak curiga. Saya hantar sampai masuk halaman sekolah,” tuturnya.

Namun sampai di lokasi yang dituju pelaku meminta korban turun dari kendaraan dan mengiming-imingi korban dengan uang Rp 100 ribu. Namun karena sepeda motor Honda Beat warna Putih Merah dan Nopol AD 2583 BA yang dikendarainya milik kakaknya, Ronald pun menolak.

“Dia lantas mengambil paksa kunci motor dan saat saya minta untuk dikembalikan malah menodongkan pisau yang dikeluarkan dari dalam tasnya dan mengancam kalau tidak turun saya mau ditusuk. Sebenarnya disana ada satpam, dan saya mau teriak, tapi takut. Ya sudah saya turun dari motor kemudian orangnya kabur keluar sekolah saya ditinggal,” ujarnya.

Selang 15 menit tetangganya melintas dan kemudian mengantarnya pulang ke rumah. “Sampai rumah cerita sama kakak, kemudian langsung laporan sama pak polisi, laporannya di Polsek,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pasarkliwon, Iptu Tarto mengatakan pihaknya menerima laporan sore hari dan langsung menindaklanjutinya dengan melakukan pendalaman. “Kami juga berkoodinasi dengan wilayah hukum lain apakah ada kejadian serupa,” ujar Tarto.

Sedangkan ditanya apakah benar pelaku oknum guru, ia enggan berkomentar banyak. Pasalnya pihaknya masih menyelidiki hal tersebut. “Masih akan kita periksa lagi korban dan kita akan mengecek ke sekolah tempat korban mengantarkan pelaku, jadi kita belum bisa pastikan pelaku itu benar guru atau menyamar sebagai guru, masih dilakukan penyelidikan oleh anggota,” paparnya. (jay/saf/udi)