Beranda Travelling MTF 2019 Bidik Wisatawan Milenial Lewat Adventure Tourism

MTF 2019 Bidik Wisatawan Milenial Lewat Adventure Tourism

115
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Pameran pariwisata terbesar di Jawa Timur, Majapahit Travel Fair (MTF) 2019 siap digelar 11-14 April 2019. Travel Exchange (Travex) ini akan dilaksanakan di Grand City Convex, Surabaya. Acara ini akan secara khusus menyoroti Adventure Tourism untuk wisatawan milenial.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Sinarto mengatakan, Adventure Tourism diangkat untuk meningkatkan minat para pelancong muda. Selain itu, juga membidik pencari petualangan untuk mengeksplorasi keajaiban menakjubkan yang ada di Jawa Timur.

Rangkaian acaranya termasuk mendaki ikon Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru pada dini hari. Juga menyaksikan api biru di sekitar Gunung Kawah Ijen. Selain itu surfing ombak barrel di G-Land Banyuwangi, menyaksikan karapan sari Madura, hingga menikmati liburan keluarga di Taman Jatim Batu-Malang.

“Seperti sebelumnya, kegiatan utama MTF adalah Travex dalam bentuk booth yang merupakan upaya untuk lebih memaksimalkan pertermuan bisnis antara buyer dan seller. Pameran temanya tetap Jawa Timur, tapi lebih menonjolkan Adventure Tourism nantinya,” ujar Sinarto, Sabtu (5/1).

Acara ini terbuka untuk umum. Selain pemeran dan bursa pariwisata, juga akan menghadirkan family trip, pertunjukan kesenian serta berbagai lomba. “Di antaranya lomba dekorasi dan jamuan makan malam, lomba busana daerah, talkshow serta promosi dari berbagai daerah peserta,” paparnya.

Sinarto mengatakan, acara ini merupakan event tahunan yang dimaksudkan untuk menggairahkan kepariwisataan di Jawa Timur. Tentunya dengan melibatkan kalangan seller dan buyer dari dalam maupun luar negeri. Selain Tabel-Top Business Meeting, MTF juga menampilkan produk, fasilitas dan jasa pariwisata, serta ada pula trip bagi para buyer, seller, dan exhibitor ke beberapa destinasi pariwisata penting di Jawa Timur.

“Pameran ini juga akan diisi seminar yang menghadirkan para professional di industri pariwisata terkemuka Indonesia. Semakin lama semakin banyak pebisnis pariwisata yang mengikuti MTF ini,” kata Sinarto.

Jumlah peserta Travex tahun ini ditargetkan sebanyak 140 peserta, terutama buyer dari luar negeri sebanyak 90 orang, berasal dari 23 negara. Yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, China, Hong Kong, Jepang, India, Sri Lanka, Pakistan, Australia, Belgia, Kanada, Republik Ceko, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Ukraina, serta Uni Emirat Arab.

Sedangkan untuk buyer dalam negeri, sebanyak 50 peserta. Untuk seller ada 82 industri pariwisata, terdiri dari 75 industri pariwisata dari Jawa Timur dan 7 industri pariwisata dari Jakarta, Banten, Bali, Yogyakarta, NTT, dan NTB. Deputi Pengembangan Pemasaran I Rizki Handayani Mustafa mengatakan,

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penuh MTF 2019 di Surabaya ini. Karena dalam strategi marketing ada tiga hal yang perlu dijalankan, yakni Branding, Advertising dan Selling.

“Di MTF 2019 yang mempertemukan antara sellers dan buyers ini adalah bagian dari selling. Termasuk 10 destinasi prioritas yang dijadikan Bali Baru untuk memenuhi target 20 juta wisman tahun ini,” ujar Rizki.

Rizki menilai, industri pariwisata di Jawa Timur mulai berkembang pesat. Beberapa daerah, seperti Banyuwangi, Malang, Batu dan Surabaya sudah banyak atraksi yang layak dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara.

“Di Jatim terdapat 784 objek wisata yang tersebar di 38 kabupaten/kota dan terus bertambah. Diharapkan pada 2019 Jatim bisa mendatangkan 1 juta turis mancanegara,” kata Rizki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, bukan hanya wisatawan mancanegara yang diincar. Wisatawan nusantara juga jadi kekuatan pariwisata nasional. Karena, setiap tahun jumlahnya terus meningkat.

“Pameran-pameran ini untuk meningkatkan citra positif sebagai tujuan daerah wisata di kalangan masyarakat Indonesia. Dan tentu saja harus bisa memantik wisatwan mancanegara untuk terus datang ke negara kita. Sukses terus untuk MTF, dan harus terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Menpar Arief Yahya.(udi)