Beranda Edukasi Muhdi: Mahasiswa Jangan Seperti Kupu-Kupu

Muhdi: Mahasiswa Jangan Seperti Kupu-Kupu

BERBAGI
Rektor UPGRIS,Dr Muhdi SH MHum
Rektor UPGRIS,Dr Muhdi SH MHum

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Menjadi mahasiswa jangan seperti kupu-kupu yang artinya ‘kuliah pulang – kuliah pulang’. Namun jadilah mahasiswa yang mempunyai aktifitas di berbagai kegiatan kampus.

Hal ini ditegaskan Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Dr Muhdi SH MHum usai melantik 1.200 pengurus Organsisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Lembaga Mahasiswa (Lemawa) dari tingkat fakultas hingga univeritas di lingkungan UPGRIS di Kampus I Sidodadi.

Menurutnya, menjadi mahasiswa tidak hanya sekadar rutinitas dari kos atau rumah, ke kampus, selesai kuliah lalu pulang lagi ke kos dan rumah masing-masing. Namun juga harus aktif diberbagai kegiatan positif yang ada di kampus. “Kita ada puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), ormawa hingga lemawa yang bisa dijadikan wadah kegiatan bagi mahasiswa,” terangnya.

Ditegaskan, tuntutan tersebut diperlukan untuk mengembangkan karakter dan mengasah soft skill yang dimiliki. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi bukan jaminan seseorang tersebut mendapat pekerjaan.

“Capaian tersebut hanya menjadi syarat lolos seleksi, namun kemampuan dalam softskill seperti kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, hingga karakter menjadi penentu,” urainya.

Dikatakan, selain harus lolos dari segi kompetensi akademik, mahasiswa UPGRIS juga harus memenuhi nilai keaktifan. Tujuannya, untuk membekali mereka dengan softskill seperti bagaimana membangun karakter, cara berkomunikasi yang baik hingga keterampilan-keterampilan lain yang dibutuhkan dalam dunia kerja. “Ini diperlukan agar mereka bisa bersaing di dunia kerja,” tandasnya.

Muhdi menjelaskan, UPGRIS terus memperkuat dan mendorong nilai-nilai pendidikan karakter kepada mahasiswa. Salah satu upaya itu adalah dengan menerapkan sistem poin keaktifan mahasiswa. “Selama menempuh pendidikan di UPGRIS, mahasiswa diwajibkan untuk memenuhi poin minimal 300 dari lima rumpun yang berbeda,” jelasnya.

Ditambahkan, ada lima rumpun yang akan dinilai yakni bidang penalaran, bakat minat, pengabdian masyarakat, pengembangan kepribadian dan penunjang lainnya.

“Kita ingin membentuk mahasuiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, yang dibuktikan dengan indeks prestasi komulatif, namun juga ingin menanamkan karakter yang dibekali dengan kemampuan softkill,” tambahnya. (gus/sgt)

BERBAGI