Beranda Jateng Najelaa Shihab Bagikan Kunci Kemerdekaan Belajar

Najelaa Shihab Bagikan Kunci Kemerdekaan Belajar

24
MERDEKA : Najelaa Shihab saat berbagi tentang kemerdekaan belajar di tengah civitas akademika UKSW.

 JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Pendiri Sekolah Cikal Najelaa Shihab hadir di tengah-tengah civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Selasa (11/2). Putri sulung cendekiawan M. Quraish Shihab ini berbagi tentang kemerdekaan belajar bagi siswa dan guru. Dikatakannya pelajar yang merdeka mempunyai sedikitnya tiga kompetensi. Pelajar yang merdeka, dikatakannya, memiliki komitmen pada tujuan belajar.

 “Ia memahami mengapa perlu mempelajari suatu materi atau keterampilan tertentu. Kita hanya bisa komit pada saat target ditetapkan oleh diri sendiri, bukan suatu tujuan pembelajaran, indikator atau kriteria kelulusan minimum yang ditetapkan guru atau bahkan pengawas dan pejabat pendidikan,” terang Najelaa yang hadir dalam acara sharing session bertema Future of Learning tersebut.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Satya Wacana Career and Alumni Center (SWCA) ini Najelaa menambahkan, pelajar yang merdeka adalah pelajar yang mandiri dan refl ektif, yaitu memahami bahwa ia memerlukan strategi yang efektif agar dirinya dapat menguasai ilmu pengetahuan.

“Refl ektif berarti siswa tersebut memahami kekuatannya dan mengenali area yang perlu dikembangkan, serta terus menerus memantau proses belajarnya untuk memahami keterkaitan dan keberlanjutan antara setiap tahapan,” imbuhnya.

Pelajar yang merdeka tentu membutuhkan guru yang juga memiliki kemerdekaan. Guru memiliki otonomi penuh terhadap anak didiknya. Kemerdekaan guru inilah yang menjadi dasar perubahan bagi peserta didik.

“Bagi guru yang selama ini telah berada di zona nyaman tentu akan sulit untuk berubah dan melakukan perubahan. Tak jarang guru juga harus berefl eksi. Umpan balik dapat diperoleh dari peserta didik agar kegiatan belajar mengajar tidak terhambat,” pungkasnya.

Dalam sharing session yang diikuti oleh mahasiswa serta sejumlah guru dan tutor komunitas belajar ini juga dihadiri Pembantu Rektor IV UKSW Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D. Dituturkan Joseph bahwa perspektif yang diberikan oleh Najelaa dapat memperkaya wawasan para peserta.

“Pendidikan terus bergerak, apa yang saya alami 30 tahun lalu saat menjadi siswa tidak bisa disamakan dengan pendidikan saat ini. Salah satu makna pendidikan yakni menjadi radar sama seperti visi dan misi UKSW, kita harus peka melihat keadaan disekitar,” tegas Joshep.

Sementara itu, Kepala SWCA UKSW Th eresia Evy Yeniarti, SE menyebut kehadiran Najelaa Shihab ke UKSW merupakan bagian dari agenda pengenalan sekolah yang didirikannya kepada civitas akademika UKSW. Sekolah Cikal pada Kamis dan Jumat (13-14/2) mendatang akan menjadi salah satu lembaga pendidikan peserta Job Fair UKSW ke-41.

Ditambahkan Th eresia Evy, Job Fair UKSW kali ini akan diikuti oleh lebih dari 40 perusahaan dan lembaga yang bergerak dibidang otomotif, manufaktur, kesehatan, perbankan, sekolah dan lain-lain. Job fair UKSW dapat diikuti oleh masyarakat umum mulai lulusan SMA/SMK hingga S2 dan gratis. (deb/sgt)