Beranda Ekonomi Natal dan Tahun Baru, KAI Operasikan 180 Rangkaian Kereta

Natal dan Tahun Baru, KAI Operasikan 180 Rangkaian Kereta

165
BERBAGI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan diskon hingga 40% dari harga normal kepada penumpang KA komersial (eksekutif, bisnis, maupun ekonomi) atau non PSO se-Jawa dan Sumatera. Diskon tersebut berlaku bagi yang memesan tiket via aplikasi KAI Access versi terbaru.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2017/2018 mengoperasikan sebanyak 180 rangkaian KA dengan kapasitas penumpang sebanyak 278.552 orang dalam setiap harinya.
Untuk masa angkutan Natal dan Tahun Baru sebelumnya, KAI mengoperasikan sebanyak 175 rangkaian KA dengan kapasitas penumpang sebanyak 265.110 orang per hari, atau meningkat sebanyak 13.442 penumpang per hari.

Terkait ketersediaan tiket pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2017/2018, hingga kini sudah sekitar 87 persen tiket yang disediakan untuk berbagai KA terjual, terutama untuk hari-hari tertentu.

“Untuk (ketersediaan, red.) tiket, sekarang ini sudah sekitar 87 persen terjual. Tujuan keberangkatannya hampir imbang, artinya dari atau ke arah Jawa Tengah, ke arah Surabaya, maupun Jakarta sama,” kata Direktur Operasi PT KAI Slamet Suseno di Semarang, kemarin.

Pada angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini, KAI memperkirakan peningkatan penumpang mencapai sekitar lima persen dibandingkan hari-hari biasa. Masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2017/2018 di lingkup operasional KAI berlangsung selama 17 hari, mulai 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018
Komisaris PT KAI Riza Primadi mengungkapkan sejauh ini seluruh daerah operasi (Daops) telah mempersiapkan dengan baik dalam menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2017/2018. Mulai dari Daops 1 Jakarta, Daops III Cirebon, Daops IV Semarang, Daops VIII Surabaya hingga Daops IX Jember.

Riza menambahkan KAI menerapkan standar dalam melaksanakan pelayanan transportasi KA terhadap masyarakat, termasuk dalam kesiapan menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru ini.

“Semuanya selalu memakai standar. Kami memiliki tata cara untuk mempersiapkannya, baik itu operasional, penambahan tempat duduk, dan sebagainya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari,” pungkasnya. (aln/mar)