Beranda Headline Nazaruddin:Ganjar Awalnya Menolak, Maunya 500 Ribu Dollar AS

Nazaruddin:Ganjar Awalnya Menolak, Maunya 500 Ribu Dollar AS

26
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menegaskan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima uang panas dari proyek e-KTP.

Ganjar disebut menerima uang sejumlah US$500 ribu. Nazaruddin mengaku melihat langsung pemberian uang tersebut kepada Ganjar di ruang kerja almarhum Mustokoweni, anggota Fraksi Golkar.

Hal itu dikatakan Nazaruddin saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (19/2/2018). Nazar bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

“Ada yang waktu di ruangan Mustokoweni, sewaktu-waktu pas Ganjar ada. Waktu itu diserahkan ke pak Ganjar ya ada. Memang ada. Awalnya Pak Ganjar menolak, karena semua Wakil Ketua Komisi II dikasih 100.000 dollar AS, Pak Ganjar tidak mau, maunya 500.000 dollar AS. Setelah itu dia menerima,”katanya.

Selain melihat pemberian kepada Ganjar, Muhammad Nazaruddin juga mengaku pernah melihat langsung pemberian uang untuk Chairuman Harahap yang saat itu menjabat Ketua Komisi II DPR.

Penyerahan dilakukan di ruang kerja anggota Komisi II DPR Mustoko Weni. Menurut catatan, Chairuman mendapat 500.000 dollar AS dan 50.000 dollar AS.

“Waktu itu pas kebetulan saya di situ. Saya lihat waktu itu,” kata Nazaruddin.

Sebelumnya, baik Ganjar maupun Chairuman membantah menerima uang proyek e-KTP dalam persidangan sebelumnya.

Chairuman bahkan sempat mengusap air matanya. Chairuman menjawab pertanyaan hakim dengan suara sedikit parau.

“Saya enggak pernah dapat sampai Rp 20 miliar Pak,” kata Chairuman kepada majelis hakim pada persidangan 11 September 2017.

Lalu hakim menanyakan kembali, berapa uang yang ia terima. Namun, Chairuman menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima uang sepeser pun dari proyek e-KTP. Chairuman juga mengaku tidak mengetahui adanya bagi-bagi uang di Komisi II DPR.

Sementara dalam persidangan sebelumnya, Ganjar mengaku baru mengetahui adanya bagi-bagi uang di Komisi II DPR saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Ganjar mengaku, baru mendengar soal adanya pembagian uang saat diperiksa dalam kasus ini.

“Saya baru tahu setelah saya diperiksa dan dikonfrontasi dengan salah satu anggota Dewan, ibu Miryam Yani di KPK. Saat itu baru saya ngerti bahwa ternyata ada berita bagi-bagi uang,” ujar Ganjar.(dot/udi)

BERBAGI