Beranda Sekolah Hebat Opini Guru NHT Tingkatkan Hasil Belajar Matematika SD

NHT Tingkatkan Hasil Belajar Matematika SD

86
BERBAGI
Slamet Hidayat, S.Pd.SD, M.Pd Guru SD Negeri Wates, Wonoboyo, Temanggung
Slamet Hidayat, S.Pd.SD, M.Pd Guru SD Negeri Wates, Wonoboyo, Temanggung

Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dikembangkan oleh Spencer Kagen. Penerapan tipe NHT ini pada umumnya digunakan untuk melibatkan siswa dalam penguatan pemahaman pembelajaran atau mengecek pemahahan siswa terhadap materi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan tipe NHT dilakukan dengan empat tahapan. Pembelajaran kooperatif merupakan srategi belajar yang menempatkan siswa belajar dalam kelompok yang beranggotakan 4–5 siswa dengan tingkat kemampuan atau jenis kelamin atau latar belakang yang berbeda. Pembelajaran ini menekankan kerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang sama.

Belajar kooperatif adalah suatu jenis belajar kelompok dengan kekhususan: setiap kelompok terdiri atas anggota yang heterogen (kemampuaan, jenis kelamin), ada ketergantungan yang positif di antara anggota-anggota kelompok, karena setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan melaksanakan tugas kelompok dan akan diberi tugas individual, kepemimpinan dipegang bersama, tetapi ada pembagian tugas selain kepemimpinan, guru mengamati kerja kelompok dan melakukan intervensi bila perlu, setiap anggota kelompok harus siap menyajikan hasil kerja kelompok.

Kemajuan yang dialami siswa dari hasil belajar setelah pelaksanaan pembelajaran dengan NHT yaitu sebelum pelaksanaan tindakan, nilai terendah 20 dan nilai tertinggi 95, sedangkan setelah dilaksanakan tindakan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80. Rata-rata hasil belajar telah mengalami peningkatan 5,9  dari 61,5 menjadi 67,4. Hal ini dikareanakan setelah diadakan tes kompetensi awal dengan hasil yang masih kurang kemudian dilakukan tindakan yang salah satunya disitu ada diskusi kelompok sehingga siswa tidak canggung mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum bisa. Tetapi dalam hal berdiskusi kelompok pada Siklus I siswa masih ada yang ramai sendiri kemudian guru bersama kolaborator menegur untuk anak yang tidak mau mengerjakan.

Hasil belajar yang dicapai siswa mengalami peningkatan dari setiap siklusnya. Pembelajaran dengan menggunakan cooperative learning tipe NHT di kelas IV dilaksanakan dengan setting kelompok. Selama pelaksanaan tindakan kelas, siswa yang malas menjadi berkurang dengan diterapkannya cooperative learning tipe NHT. NHT sebagai tindakan telah dapat membuat siswa saling berinteraksi, belajar mengemukakan pendapatnya, dan berdiskusi. Adanya diskusi, siswa saling bekerja sama dan membantu dalam diskusi kelompok membuat siswa senang, lebih bersemangat dalam belajar. Sebelum melakukan penomoran, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari siswa. Selain itu, peneliti juga memotivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Slameto, dengan tujuan yang jelas siswa akan belajar lebih tekun, lebih giat, dan bersemangat. Disamping itu, jika motivasi tepat mengenai sasaran, maka akan meningkatkan kegiatan belajar siswa.

Implementasi cooperative learning tipe Numbered Head Together (NHT) dilaksanakan dengan empat tahapan yaitu: Peneliti melakukan penomoran dengan tujuan untuk membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil, peneliti mengajukan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dengan berdiskusi kelompok, siswa berdiskusi kelompok yang beranggotakan heterogen, baik kemampuan akademik maupun jenis kelaminnya, seneliti menyebutkan salah satu nomor dari perwakilan kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, implementasi cooperative learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. NHT merupakan alternatif pembelajaran agar siswa tidak merasa jenuh sehingga pemahaman siswa terhadap materi menjadi lebih baik dan meningkat

Slamet Hidayat, S.Pd.SD, M.Pd

Guru SD Negeri Wates, Wonoboyo, Temanggung

 

BERBAGI