Beranda Travelling Wisata Nikmati Permadani Hijau Diapit Pegunungan

Nikmati Permadani Hijau Diapit Pegunungan

61
BERBAGI
Banyak lokasi yang cocok untuk berselfie di Pagilaran. FOTO : DIDIK TEGUH R/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Pagilaran bukan sekedar hamparan luas  kebun teh saja. Layaknya bidadari jelita yang lepas dari perhatian. Begitulah pesona Pagilaran.  Bagaimana ?

Jika sudah menikmati nuansa Pagilaran, dijamin Anda bakal kangen kembali ke sana ! Untuk menuju Pagilaran, jika anda dari Semarang, anda bisa melewati Sukorejo, Kendal. Pagilaran  terletak di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Batang. Kalau dari Alun-alun Batang, jaraknya sekitar  40 an kilometer..

Segala penat ditubuh ini seolah sirna ketika nuansa kesejukan berpendar dari rimbunan pepucuk teh di kanan kiri jalan kawasan perkebunan teh. Memang kawasan kebun teh seluas  1.130 hektare itu begitu elokk. Laksana permadani hijau yang dikelilingi pegunungan Perahu, Gunung Jurang Grawah dan Gunung Kemulan yang angker.

Sekilas, yang tampak hamparan kebun teh mendominasi, layaknya hamparan karpet hijau dari dunia lain. Di kawasan ini juga ada kebun rekreasi aneka tanaman. Misalnya kopi, Kina, Cengkeh, Kakao dan Kelapa.

Meski sudah merapatkan jaket tebal, hawa dingin masih terasa menyusup pori tubuh. Walau siang hari, kabut putih sempat menghalangi pemandangan.  Saat senja tiba, suhu bisa mencapai 19 derajat celcius. Apalagi, saat musim penghujan  seperti ini.

Pagilaran cocok untuk peristirahatan. Apalagi, disini banyak  wisma-wisma yang bisa disewa. Juga ada lapangan tenis, badminton, volley, bilyard, out bond, flyng fox dan arena bermain anak. Bagi pecinta alam bebas, bisa mencoba fasilitas terbang layang atau panjat tebing alam.

Kawasan perkebunan teh Pagilaran memang persis kawasan puncak. Pabrik teh yang ada di lokasi juga jadi daya tarik bagi pengunjung yang  ingin melihat proses pembuatan teh, mulai dari pemetikan, pengolahan sampai pengepakan di pabrik.

Selain itu, pelancong  bisa menikmati air terjun Curug Binorong dan Curug Kembar yang berada di tebing perbukitan. Kemiringan tebing  mencapai 45 derajat. Jelas butuh perjuangan untuk merasakan kesejukan air curug ini.

Bagi kalangan pecinta alam, tak soal harus merangkak menuruni tebing. Kepuasanpun menjalar saat desau kesejukan air terjun Binorong menerpa kulit wajah. Konon, kadang muncul fenomena magis dikawasan perkebunan teh.

Ketika senja tiba dan kabut tipis turun menjela bumi, para pekerja perkebunan  beranjak pulang. Saat itu, terkadang muncul sosok putri Belanda berbusana ala petinggi kerajaan Belanda tempo dulu. (didik teguh)