Beranda Ekonomi Nutrifood Ajak Dokter Kampanye Deteksi Dini Prediabetes

Nutrifood Ajak Dokter Kampanye Deteksi Dini Prediabetes

158
BERBAGI
TES GULA DARAH : Sejumlah orang melakukan tes gula darah disela edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes ya g digelar Nutrifood, Rabu (7/11). FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Nutrifood bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) mengadakan program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes. Kegiatan yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas dan poliklinik di Kota Semarang digelar Rabu (7/11), di Hotel Novotel Semarang.

Head of Marketing Nutrifood, Susana mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya mengajak para dokter umum puskesmas, poliklinik dan masyarakat di Kota Semarang, untuk mengkampanyekan deteksi dini prediabetes, mengingat resiko penyakit diabetes yang sangat tinggi. Seluruh program dijalankan dengan tujuan mengedukasi dan mengadvokasi berbagai pihak agar proaktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kami berharap program edukasi kepada dokter-dokter umum puskesmas dan poliklinik Kota Semarang ini ke depan bisa menjadi corong prilaku hidup sehat, sehingga bisa terwujud masyarakat Semarang yang sehat dan terhindar dari prediabetes dan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2),” katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Sarwoko Oetomo menambahkan, Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi Nutrifood atas komitmennya dalam menginspirasi masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat. Hal ini mengingat prediabetes menyerang baik kelompok usia tua dan kelompok usia muda serta produktif.

“Deteksi dini prediabetes melalui fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) DKI Jakarta BBD (Bogor, Bekasi, Depok) menjelaskan, jika tidak ditangani dengan baik, maka dalam jangka waktu pendek prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2.

Pertanda klinis prediabetes tidak begitu jelas, namun yang dapat kita perhatikan untuk pencegahan dini adalah kelompok berisiko prediabetes seperti orang dengan obesitas/kegemukan, sering abortus, melahirkan bayi dengan berat badan 4 kg atau lebih, porsi makan besar tetapi kurang gerak, orang-orang dari keluarga DM, dan lainnya.

“Pertanda prediabetes secara laboratoris adalah bila kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl. Dalam jangka waktu 3-5 tahun, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2, 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah normal,” tandasnya.(aln)

BERBAGI