Beranda Travelling Hotel Okupansi Hotel Meningkat Tajam

Okupansi Hotel Meningkat Tajam

Dampak Destinasi Wisata dan Even Nasional

189
Benk Mintosih, Koordinator PHRI Semarang dan Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah.
Benk Mintosih, Koordinator PHRI Semarang dan Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pengembangan destinasi wisata lokal Semarang, yang kini mengacu pada bisnis pariwisata modern berbasis marketing digital, mampu mendongkrak tingkat hunian hotel semua segmen di tahun 2019.

Hal tersebut dikatakan Benk Mintosih, Koordinator PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Semarang dan juga Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah. Menurut Benk yang juga GM Star Hotel Semarang, kenaikan okupansi nilai jual kamar tersebut, tercatat di Hotel semua segmen khususnya di Kota Semarang.

“Dari data nilai jual kamar yang kami himpun, hotel beragam tipe di Kota Semarang mengalami kenaikan tajam dari jumlah kamar yang ada yakni sekira 10.400 kamar dari berbagai tipe hotel yang tersedia,”ujarnya.

 Dijelaskan, kenaikan tingkat hunian kamar bisnis hospitality khususnya di Kota Semarang tersebut, berimbas dari revitalisasi dan pembangunan tempat wisata lokal. Juga dampak dari helatan event nasional yang banyak di gelar di Semarang dalam kurun waktu di tahun 2019.

“Dampak positif dari upaya pemerintah Kota Semarang yang meliputi pengembangan, pembangunan serta penambahan fasiltas dari berbagai bidang, mampu menarik perhatian masyarakat luas dan wisatawan untuk berkunjung tak sekedar menjadi singgah di Kota Semarang,”jelas Benk.

 Lanjut Benk, Semarang yang mampu menata perwajahan dengan diimbangi ragam event berkelas serta pendukung industri wisata lainya yang semakin modern dan berkembang pesat mengikuti jaman, adalah salah satu faktor utama peningkatan okupansi hotel.

“Sejak awal dan akhir tahun 2019, telah banyak digelar event berskala nasional dan didukung oleh berbagai pembangunan tempat wisata, salah satunya adalah revitalisasi kawasan wisata heritage Kota Lama Semarang dan lianya, yang semakin menawan dan nyaman untuk dikunjungi para wisatawan baik domestik maupun manca,”tukasnya.

Dari data kenaikan yang disampaikan Benk Mintosih, tercatat rincian kenaikan okupansi Hotel di Semarang ditahun 2019 adalah, 12 persen hingga mencapai 94 persen dari 10.400 x 4 tamu perhari. Kenaikan tingkat huni jumlah kamar terjual di sepuluh hari jelang natal dan tahun baru mengalami kenaikan 6 persen.

Star Hotel Semarang sendiri meraih peringkat kedua dari nilai rata-rata jumlah penjualan kamar di Kota Semarang, dari kurun waktu ditahun 2019.

“Persaingan sehat tidak ada perang harga antar hotel, menjadi sukses kenikan tingkat hunia disemua hotel semua segmen khususnya di Kota Semarang. Grafi k positif ini, kami selaku pengurus PHRI baik di Semarang dan Jawa Tengah, akan terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat luas dan wisatawan yang tengah berkunjung di Kota Semarang,”pungkasnya. (ucl/jan)