Beranda Travelling Hotel Okupansi Quest Hotel Meningkat

Okupansi Quest Hotel Meningkat

Dampak Geliat Pariwisita

71
Wahyu Setyo Budiwan GM Quest Hotel Simpang Lima Semarang. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS
Wahyu Setyo Budiwan GM Quest Hotel Simpang Lima Semarang. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sukses pencapain pendapatan dan nilai jual kamar (okupansi) Quest Hotel Simpang Lima Semarang, tak lepas dari peran aktif Pemerintah Kota Semarang.

Khusunya dalam menyajikan konsep event dalam balutan industri bisnis pariwisata yang kini tengah maju berkembang dengan baik.

Hal tersebut, dikatakan Wahyu Setyo Budiwan Genaral Manager ( GM ) Quest Hotel Simpang Lima Semarang. Menurutnya, kenaikan presentasi angka dari pendapatan Hotel yang dipimpinya tak lepas dari peran aktif SDM dalam merespon perkembangan sektor pariwisata Kota Semarang.

“ Quest Hotel Simpang Lima Semarang dalam kurun waktu tahun 2019 lalu, mampu menaikan target pendapatan yang terdiri dari nilai jual kamar inap, food n beverage ( makanan dan minuman) serta kegiatan yang menggunakan ballroom dan ruang meeting (Mice ). Ragam item bisnis hospitality tersebut mampu berjalan seirama dengan baik,”ujarnya.

Lebih lanjut Wahyu menerangkan, paska dicanangkanya Semarang menjadi kota pariwisata selain MICE ( meeting, insentive, convention dan exhibition), serta diimbangi dengan banyaknya helatan event berskala Nasional, geliat tersebut mampu menumbuh kembangkan revenue (pendapatan) Hotel semua segmen.

“ Peningkatan okupansi dan pendapatan Quest Hotel Simpang Lima Semarang sebesar 96 persen ( dari total kurang lebih 48 ribu kamar terjual di tahun 2019), merupakan sukses bisnis hospitality yang mengacu pada item industri pariwisata yang tengah berkembang dengan baik di Kota Semarang. Total kenaikan kami ada diangka 9 persen dengan kenaikan keuntungan sebesar 14 persen,”terangnya.

Kenaikan pendapatan dan nilai jual kamar tersebut, didapat dari maraknya geliat pariwisata dan event yang dikembangkan dengan baik oleh Pemerintah Kota Semarang dengan dukungan stakeholder (pihak swasta) khususnya bidang pariwisata.

“ Tak dipungkiri jika kotanya rame, otomatis hotelnya juga rame. Pengunjung kota Semarang baik wisatawan atau pebisnis membutuhkan pelayanan kami mulai dari kebutuhan meeting, menginap apa lagi kuliner. Dari situlah hotel di Semarang mengalami peningkatan pendapatan tidak saja di Quest Hotel Simpang Lima,”tukasnya.

Wahyu berharap, ritme dan kondisi baik dunia pariwisata di Semarang bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi. Branding (promosi) berskala Internasional harus mampu dilakukan berkolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah Kota Semarang.

“ Melihat perkembangan pariwisata di tahun 2019 yang mampu mendongkrak pendapatan hotel dan tempat wisata. Selaku pengelola bisnis hospitality, kami optimis Semarang bisa lebih maju dengan kota besar lainya, tidak saja sejajar tetapi bisa menjadi kota utama jujgan wisata dan MICE untuk masyarakat luas berskala nasional bahkan internasinal, “pungkasnya. (ucl/jan)