Beranda Jateng PAD BPTJ Wilayah Purwodadi Menurun, Pengelola Diminta Lebih Kreatif

PAD BPTJ Wilayah Purwodadi Menurun, Pengelola Diminta Lebih Kreatif

51
BERBAGI
Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto SE saat kunjungan ke Balai Pelaksana Teknis Jalan (BPTJ) Wilayah Purwodadi Rabu (17/1). FOTO:ARIS SYAIFUDDIN/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID.SEMARANG- Komisi C DPRD Jateng meminta Balai Pelaksana Teknis Jalan (BPTJ) Wilayah Purwodadi diminta agar bekerja kreatif dan inovatif untuk menggali aset yang dimiliki, meski ada sebagian ruas jalan yang potensial menghasilkan PAD beralih ke kabupaten sejak tahun lalu.

Permintaan Komisi yang membidangi pendapatan itu menyusul anjloknya PAD yang didapat (BPTJ) Wilayah Purwodadi dari Rp 759,8 juta pada 2016 menjadi hanya Rp 401,2 juta pada tahun 2017.

Permintaan tersebut juga telah disampaikan Ketua Komisi C Asfirla Harisanto saat kunjungan kerja dalam rangka monitor pendapatan di BPTJ Wilayah Purwodadi yang membawahi tiga daerah, Grobogan, Sragen dan Blora itu, Rabu (17/1)

Asfirla Harisanto mengaku keheranannya melihat kinerja yang ada. Misal target sewa alat berat tahun 2017 lalu sebesar Rp 21,5 juta gagal direalisasi serupiah pun, alias nol. Padahal tahun anggaran 2016 realisasinya mencapai 127,9 persen dari target (Rp 25,58 juta).

“Tahun lalu program Pemprov Jateng di bidang infrastruktur, khususnya jalan, kan masih tinggi? Ini kan aneh. Kamipun langsung minta penjelasan tentang hal ini kepada mereka. Harus bekerja lebih keras dan kreatif lagi mereka,” kata politikus PDI Perjuangan yang biasa disapa Boqi ini.

Anggota Komisi C Ahmad Ridwan juga menyayangkan pendapatan yang menurun itu. Dia mengusulkan agar BPTJ lebih kreatif, misalkan mencari sejumlah titik strategis di ruas jalan yang bisa dimanfaatkan swasta atau industri untuk beriklan.

“Pasti adalah di ruas jalan sepanjang 350 kilometer lebih. Nah titik-titik itu bisa ditawarkan dengan harga miring, saya yakin ada yang berminat. Dengan cara ini memungkinkan untuk bisa memnambah pendapatan,” ujar politisi PDIP ini.

Untuk diketahui, BPTJ Wilayah Purwodadi pada tahun 2016 ditarget PAD sebesar Rp 406,6 juta dan terrealisasi 186,87 persen atau Rp 759,8 juta. Akan tetapi tahun lalu realisasinya hanya 91,73 persen, atau Rp 401,2 juta dibanding target sebesar Rp 437,4 juta. (saf/muz)

BERBAGI