Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pameran Tingkatkan Manajemen Pemasaran Siswa

Pameran Tingkatkan Manajemen Pemasaran Siswa

58
BERBAGI
Sri Nawangwulan,S.Pd Guru Ekonomi SMA N 1 Toroh Grobogan
Sri Nawangwulan,S.Pd Guru Ekonomi SMA N 1 Toroh Grobogan

Mata pelajaran ekonomi tadinya hanya di pelajari oleh siswa jurusan IPS. Seiring dengan perkembangan kurikulum sekarang di pelajari juga oleh siswa jurusan IPA. Tentu saja ini bukan hal yang mudah bagi siswa dan guru. Bagi siswa jurusan IPA lebih sering menggeluti pelajaran materi pengetahuan alam dan berhitung.Menghadapi kondisi siswa seperti ini seorang guru di tuntut untuk meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran.

Pada materi manajemen di kelas X cukup rumit,karena materinya luas,khususnya manajemen pemasaran. Di kurikulum KTSP materi tersebut dipelajari bagi kelas XII.Guna mengatasi permasalahan tersebut guru menggunakan pameran /expo pasar rakyat sebagai cara meningkatkan karakter dan kompetensi siswa.
Guru membagi siswa dalam 6 kelompok dengan masing-masing anggota 6 siswa. Masing-masing kelompok diminta untuk mendiskusikan produk yanpasarkan dalam pameran/expo. Diawali dengan konsep orientasi pada konsumen (menganggap konsumen adalah raja). Kedua perencanaan kegiatan dengan mulai dari strategi pemasaran,implementasi, analisis dan pengawasan harus di susun secara terperinci. Ketiga kepuasan konsumen (konsumen tidak kecewa dengan produk yang kita pasarkan ).Tiap kelompok di minta untuk memasarkan produk yang berbeda-beda dengan harapan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Menurut Philip Kotler (1980) manajemen pemasaran adalah proses analisis ,perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. Dalam memasarkan suatu produk ada empat unsur yang harus di perhatikan yaitu product,price,promotion dan place sehingga siswa dapat mempraktikkan antara teori yang ada di kelas dengan penerapan di masyarakat .

Bagi kelompok yang memperoleh hasil penjualan paling banyak akan mendapatkan reward dari guru dan nilai terbaik. Cara ini membakar semangat siswa dalam memasarkan produknya sendiri berupa kripik pepaya (kripa), Bratex (bahan untuk membatik),Krumun (krupuk muntaha),dan kopi Kedelai (Keligen).
Produk hasil olehan masing-masing kelompok diberi nama dan label serta dikemas sesuai selera. Pengemasan produk dikemas sebaik mungkin agar produk memiliki nilai jual yang tinggi. Pemberian nama dan label produk bertujuan meningkatkan kualitas produk yang berkelas. Promosi dapat dilakukan melalui pameran seperti pasar rakyat Grobogan yang digelar dalam rangka HUT Grobogan ke 293.

Pada acara pasar rakyat siswa berkesempatan untuk memasarkan produknya melalui event Pasar Rakyat. Tujuan keikutsertaan siswa pada acara ini adalah untuk memasarkan dan memperoleh keuntungan hasil produksi siswa. Siswa dapat mengaplikasikan teori manajemen pemasaran ke dalam praktek penjualan produk secara langsung. Karakter tanggung jawab dalam memproduksi dan menjual produk akan menghasilkan laba yang maksimal diikuti peningkatan kompetensi siswa.

Jiwa seorang pengusaha muda akan mulai mengalir pada kegiatan pameran. Guru menjadi fasilitator dan pengarah bagi siswa dalam melakukan manajemen pemasaran. Belajar ekonomi tidak hanya berupa teori namun dengan praktek kerja mengajarkan siswa berkarakter wirausaha. Kegiatan yang besar didukung kemauan siswa yang kuat akan menghasilkan produk yang handal dan berkualitas.

Pameran sebagai tempat praktikum siswa dalam pemasaran agar terbentuk jiwa enterprener muda. Guru tak lagi menjelaskan teori saja namun mengajak siswa menerapkan teori dan konsep yang telah dipelajari. Guru kreatif akan menghasilkan siswa yang aktif dan inovatif salah satunya melalui ajang pameran wirausaha. Guru merasa senang karena siswa mampu mandiri berwirausaha. Siswa juga gembira dapat mengikuti kegiatan pameran yang sangat mendidik.

Melalui expo dapat meningkatkan karakter dan kompetensi manajemen pemasaran siswa. Pembelajaran nyata wujud aplikasi teori-teori yang telah dipelajari di kelas ekonomi.

Sri Nawangwulan,S.Pd
Guru Ekonomi SMA N 1 Toroh Grobogan

BERBAGI