Beranda Semarang Panitia Pasar Imlek Semawis 2020 Gelar ketuk pintu dan Doa Bersama

Panitia Pasar Imlek Semawis 2020 Gelar ketuk pintu dan Doa Bersama

120
PANJATKAN DOA: Panitia Pasar Imlek Semawis (PIS) menggelar doa bersama di Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Sabtu (11/1). foto prast.wd/jateng pos
PANJATKAN DOA: Panitia Pasar Imlek Semawis (PIS) menggelar doa bersama di Klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Sabtu (11/1). foto prast.wd/jateng pos

JATEGPOS.CO.ID, SEMARANG – Menjelang pergelaran Pasar Imlek Semawis (PIS) 2020, digelar doa bersama bersama di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Purwodinatan, sabtu (11/1). Doa bersama tersebut merupakan acara pembuka Pasar Imlek Semawis 2571 yang akan di gelar tanggal 17-19 Januari 2020 mendatang.

Doa itu diikuti warga Pecinan dan sekitarnya serta panitia Pasar Imlek Semawis. Doa bersama dilakukan sebagai pernyataan ‘’kula nuwun’’ kepada warga dan dewa-dewa klenteng sekitar pecinan dengan memanjatkan doa keselamatan dan kesuksesan acara PIS 2020.

Rangkaian acara ketuk pintu diawali dengan doa bersama dan selamatan di klenteng Tay kak sie kemudian dilanjutkan doa keliling klenteng  di area pecinan diawali dengan barongsai. Antara lain klenteng  Tong Pek Bio, Ling Hok Bio, Tek Hay Bio, Sioe Hok Bio dan Hoo Ho Bio.

Ketua Panitia PIS, Harjanto Halim menyampaikan, doa bersama dilakukan dengan cara Islam dan Konghucu. Karena, semua elemen warga turut menyemarakkan acara PIS di Gang Pinggir dan Wotgandul Timur. ”Ketuk pintu itu sebenarnya kami mohon doa restu, mohon izin kepada semua warga. Kami berharap mendapat perlindungan baik untuk masyarakat maupun pedagang yang ada di sini,” katanya.

Ditambahkan, Pasar semawis merupakan bagian dari strategi melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Pasar yang disebut 29-meh. Kemudian, melestarikan dan mengembangkan budaya produksi di kalangan luas melalui pameran dan bazar. Terakhir, untuk merevitalisasi salah satu kawasan cagar budaya Semarang. ”Nanti ada jamuan makan malam tok panjang. Jamuan makan malam dengan konsep meja panjang dan menu makanan khas Imlek dan Pecinan.

Diharapkan dengan adanya acara ini dapat menjalin keakraban, merekatkan persaudaraan, dan mendekatkan diri antara jajaran pemerintahan dan warga Pecinan,” ujar Harjanto

Selain itu, kata dia, dalam pasar Semawis yang kali ini mengusung Tema Wayang Potehi akan dimeriahkan berbagai kegiatan. Selain bazar produk Pecinan ada juga pertunjukan dan kesenian khas Tionghoa, yaitu Wayang Potehi.

Potehi adalah sebuah pertunjukan boneka atau wayang golek yang dimainkan di atas panggung  kecil yang mempertontonkan berbagai kisah klasik china. Potehi berasal dari kata Poo yang berarti kain, Tay yang berarti kantung dan Hay yang berarti Wayang. Jadi wayang potehi adalah  wayang kantung kain.

Harjanto Halim menambahkan tema Potehi diambil selain didalamnya juga terdapat keberagaman juga sebagai wujud seni budaya yang harus dilestarikan.

“Acara imlek selalu kita angkat tema keberagaman dan kita juga mengangkat tema potehi. Potehi sebagai salah satu unsur budaya yang sudah ada ratusan tahun di Indonesia tapi nasibnya tidak menentu,” katanya.

selain itu juga ada pertunjukan seni bela diri Wushu dan Wing Cin, seni barongsai, catur gajah, seni tali temali, tradisonal chinese medicine seperti sinshe dan tusuk jarum, kaligrafi mandarin dengan tehnik sufa (tinta bak) khas china, Ramalan menggunakan kartu tarot serta adanya Jamuan makan malam Tok Panjang.

Sementara itu, dalam doa bersama juga diisi potong tumpeng dan makan bersama. Setelah itu, sejumlah panitia PIS juga berkeliling, menemui warga sekitar untuk memberitahukan kegiatan itu. (prast.wd/biz)