Beranda Jateng Pantau Letusan Merapi, BPBD Jateng Tambah CCTV

Pantau Letusan Merapi, BPBD Jateng Tambah CCTV

81
BERBAGI
Sejumlah warga melintas dijalan Boyolali-Magelang dengan berlatar belakang Gunung Merapi yang mengeluarkan asap putih atau solfatara di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (7/6). Menurut data BPPTKG DI Yogyakarta aktivitas Gunung Merapi pada periode pengamatan Kamis (7/6) pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, tercatat mengalami dua kali hembusan, satu kali gempa tektonik lokal, dengan status masih 'Waspada'. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menambah alat untuk memantau perkembangan letusan Gunung Merapi yang saat ini berstatus waspada atau level 2 dari berbagai sisi.

“Khusus di Jateng, kami menambah 3 alat pemantau berupa kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di Balerante Klaten, Magelang, dan Boyolali,” kata Kepala Pelaksana Harian BPDB Provinsi Jateng Sarwa Pramana di Semarang, Kamis.

Menurut dia, penambahan alat pemantau yang saat ini total berjumlah sekitar 150 alat itu bertujuan agar ketika aktivitas Gunung Merapi meningkat bisa langsung dilakukan langkah-langkah evakuasi yang diperlukan.

Sebagai upaya lain untuk mengurangi risiko bencana terkait meletusnya Gunung Merapi, jajaran BPBD Jateng juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pengecekan jalur evakuasi dan shelter atau hunian sementara untuk warga yang mengungsi.

Sarwa mengungkapkan jalur evakuasi di Kabupaten Klaten saat ini dalam kondisi rusak berat akibat dilintasi truk-truk pengangkut pasir.

“Sementara itu, shelter-shelter yang dibangun pada 2010 perlu dipastikan kebutuhan logistik dan juga peralatan dapur umumnya. Selain itu, perlengkapan lain yang perlu disiapkan adalah masker yang akan dibagikan kepada masyarakat terutama saat terjadi hujan abu,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar jalur-jalur untuk mengevakuasi warga saat terjadi erupsi Gunung Merapi, segera diperbaiki guna mengurangi risiko bencana.

(fid/ant)

BERBAGI