Beranda Hukum & Kriminal Panwas Demak Larang Taj Yasin Gunakan Masjid Agung untuk Kampanye

Panwas Demak Larang Taj Yasin Gunakan Masjid Agung untuk Kampanye

338
DOK.JPNN

JATENGPOS.CO.ID. DEMAK- Menanggapi adanya informasi  akan diadakannya kegiatan di Masjid Agung Demak oleh salah satu paslon, Panwas Kabupaten Demak,  mengingatkan, agar paslon tidak menggunakan masjid untuk ajang kampanye.

Ketua Panwas Demak  Khoirul Saleh mengingatkan, tentang rencana pengajian di Masjid Agung Demak,  yang rencananya dihadiri Taj Yasin pada Jumat (4/5) mendatang.

Sesuai Undang-undang nomor 10 tahun 2016,  tentang  Pemilihan Gubernur , Wakil Gubernur, Bupati dan Walikota, bahwa pasangan calon dilarang melakukan kampanye di rumah ibadah dan sekolah.

“Jangan sampai masjid yang merupakan tempat ibadah dijadikan arena kampanye. Mari kita sama sama menjaga kesuciannya. Apalagi Masjid Agung Demak salah satu  cagar budaya,” kata Khoirul, Rabu (2/5) kemarin.

pihaknya akan meminta klarifikasi Takmir Masjid Agung Demak terkait masalah tersebut, dan memastikan pasangan Ganjar tersebut tidak datang pada acara tersebut.

“Silakan pengajian tetap berlangsung, tanpa menghadirkan Taj Yasin , karena yang bersangkutan Calon Wakil Gubernur,  maka posisinya terikat,  apalagi ini masa kampanye. Sekali lagi,  ini hanya upaya pencegahan , agar tidak ada kampanye,” tegasnya sekali lagi.

Menurut Khoirul, Masjid harus bebas dari kepentingan politik praktis yang akan membelah persatuan umat. Menurutnya,

Takmir masjid ataupun pengurus mushola harus menempatkan masjid sebagai rumah umat yang mengayomi dan tidak memandang latar belakang pilihan politik.

“Kami sudah mengirimkan surat himbauan kepada takmir masjid dan mushola se Demak,  agar tidak menggunakan tempat ibadah untuk kampanye, ” pungkasnya. (adi/muz)