Beranda Travelling Pariwisata Tambang PAD Terbesar Lombok Utara

Pariwisata Tambang PAD Terbesar Lombok Utara

221

JATENGPOS.CO.ID, MATARAM – Pariwisata menjadi leading sector Kabupaten Lombok Utara. Buktinya, pariwisata menyumbang 60% dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dalam beberapa tahun terakhir.

“Sektor pariwisata jadi penyumbang PAD terbesar. Dari total PAD yang masuk saat ini ke Lombok Utara, 60% diantaranya berasal dari sektor pariwisata,” terang Plt. Humas Pemerintah Kabupaten Lombok Mujadid Muhas, Senin (18/6).

Seiring pertumbuhan arus masuk wisatawan, income Lombok Utara dalam beberapa tahun terakhir juga naik. Target besar dipancangkan tahun 2018 ini. Nilainya mencapai Rp200 Miliar. Acuannya grafik kenaikan PAD pada tahun-tahun sebelumnya. Grafik positif kenaikan realisasi PAD 77% diterima Lombok Utara pada 2017. Angka riilnya mencapai Rp121 Miliar.

Angka ini sebenarnya meleset dari target. Sebab, Lombok Utara memancang target besar Rp157 Miliar pada tahun lalu. Hanya saja jumlah ini masih lebih tinggi dari realisasi PAD 2016. Waktu itu Lombok Utara mendapatkan PAD senilai Rp104 Miliar. Jumlah ini naik sangat signifikan. Hingga 90% dari tahun 2015.

“Porsi PAD dari sektor pariwisata 60%. Dinamika PAD di Lombok Utara sangat positif, meski belum sesuai target. Tapi, ini bukan masalah. Sebab, yang terpenting realisasinya sangat positif. Kenaikan PAD lebih dari 50% setiap tahun itu sangat luar biasa. Artinya, perekonomian di wilayah ini berjalan bagus dengan sektor pariwisata sebagai mesin penggeraknya,” terang Mujadid.

Peningkatan PAD Lombok Utara tidak lepas dari pesona destinasi yang dimilikinya. Dari beberapa destinasi, dominasi donatur terbesar disumbangkan tiga Gili. Yaitu Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Ketiga destinasi memiliki porsi 80% sebagai penyumbang PAD terbesar dari total income di sektor pariwisata.

“Dari 60% sumbangan pariwisata untuk PAD, 80% diantaranya CFberada di tiga Gili tersebut. Artinya, arus masuk wisatawan sangat kompetitif. Kami tentu gembira karena ketiga Gili terus eksis dan jadi sumber inkam bagi daerah dan masyarakat,” katanya lagi.

Wilayah Lombok Utara ini memang sedang bergairah. Sebagai gambaran, jumlah kunjungan wisman di Gili Trawangan berada di rentang 2.600 hingga 3.000 per hari sejak awal 2018.

Selain Gili Trawangan, wisatawan juga menikmati juga suasana Gili Meno dan Air. Para wisman ini mayoritas datang dari Bali dengan memakai fastboat. Sebab, perjalanan ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam dan diuntungkan geografis.

“Kami banyak diuntungkan dengan keberadaan wisatawan di sini. Sebab, sumber PAD ini berasal dari pajak hotel, restoran, dan retribusi. Setelah Pariwisata, sumber PAD Lombok Utara ini berasal dari Dinas Tenaga Kerja, lalu Perijinan Penanaman Modal dan Investasi. Semua sumber PAD ini berada di Gili. Tapi, kami tetap mengupayakan potensi destinasi lainnya,” tuturnya lagi.

Selain trio Gili, Lombok Utara memiliki potensi nature lainnya yang besar. Beberapa destinasi tersebut contohnya adalah Bayan, Gumantar, dan puluhan air terjun. Khusus untuk air terjun, kawasan Lombok Utara memiliki koleksi sekitar 41 spot. Dari jumlah itu, optimalisasi kawasan baru dilakukan di 27 spot air terjun. Lalu, sisanya masih terbelit problem aksesibilitas.

“Sebenarnya jumlah air terjun ada sekitar 70, tapi yang besar sekitar 41 spot. Kesemuanya indah. Dan, air terjun ini mampu menarik kunjungan wisman. Kami terus mengupayakan pengembangan kawasan beberapa air terjun potensial. Harapanya, penambahan destinasi akan menarik minat wisatawan lebih besar lagi. Apalagi, targetnya memang besar,” jelasnya.

Kontribusi PAD Kabupaten Lombok Utara terhadap NTB tertinggi dari wilayah lain. Sebab, 50% arus masuk wisman dari jumlah total di NTB ini berasal dari Lombok Utara.

Melihat potensi besar Lombok Utara, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengacungkan jempol. Menurutnya, wilayah ini harus menjaga rapor positif PAD dengan mengembangkan destinasi baru yang menarik.

“Capaian PAD di Lombok Utara ini jadi penegas bahwa core dari Indonesia adalah industri pariwisata. Lombok Utara harus aktif mengebangkan potensinya, baik optimalisasi nature maupun culturenya yang luar biasa. Sebab, aksesibilitas menuju Lombok Utara mudah dan amenitasnya sangat bagus. Pokonya enjoy untuk Lombok Utara,” ungkap Menpar. (*)