Beranda Jateng Solo Pasar Sangkrah Diproyeksi Jadi Pasar Wisata

Pasar Sangkrah Diproyeksi Jadi Pasar Wisata

38
BERBAGI
DIRESMIKAN: Peresmian Pasar Sangkrah Solo berlangsung meriah, Selasa (16/1).
DIRESMIKAN: Peresmian Pasar Sangkrah Solo berlangsung meriah, Selasa (16/1).

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pasar Sangkrah, Pasar Kliwon diproyeksikan untuk menjadi pasar wisata. Mengingat lokasinya yang strategis, selain di tengah kota juga dekat dengan Stasiun Kota yang selama ini menjadi jujugan akhir Kereta Uap Jaladara. Hal tersebut diutarakan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat meresmikan pasar yang dibangun tahun 2017 itu, Selasa (16/1).

“Nantinya dikonsep untuk pasar wisata. Jadi nanti lantai dua selain untuk tempat kuliner juga untuk berjualan suvernir. Kenapa jadi pasar wisata, karena letaknya kan dekat dengan Stasiun Kota yang dilalui sepur kluthuk Jaladara dan Batara Kresna. Jadi nanti wisatawan bisa turun di stasiun dan jalan-jalan ke pasar untuk beli makan atau suvernir atau oleh-oleh,” tuturnya.

Karena itu, setelah pembangunan bangunan pasar selesai, maka selanjutkan akan dianggarkan untuk penataan kawasan, seperti pedestrian. Sehingga wisatawan yang berkunjung lebih nyaman.

“Saya juga mohon kepada pedagang untuk menjaga pasar. Jangan sampai kotor dan kumuh, harus mengikuti perkembangan kalau nanti jadi jujugan wisata baru di Kota Solo,” imbuh Rudy.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagyo mengatakan, siap mewujudkan keinginan walikota untuk menjadikan Pasar Sangkrah sebagai pasar wisata. Apalagi di lantai dua masih ada tempat untuk digunakan berjualan suvernir. “Menjadikan tradisional sebagai pasar wisata juga salah satu cara untuk meramaikan pasar tradisional. Apalagi di pasar ini sudah kita lakukan zonasi, jadi lantai dua hanya untuk kuliner, kelontong, grabatan dan juga nanti untuk suvernir,” ujarnya.

Sementara terkait pembangunan Pasar Sangkrah, Subagyo mengatakan, anggaran yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Solo Tahun 2017 sebesar Rp16,7 miliar, dengan luas tanah 1.112 meter persegi dan bangunan 1.875 meter persegi untuk lantai satu dan 2.963 meter persegi untuk lantai dua. Adapun status tanah milik Kementrian Perhubungan.

“Selain mengakomodasi pedagang lama, Pasar Sangkrah yang baru ini juga diperuntukkan bagi PKL di sekitar pasar. Sehingga saat ini untuk kios ada 20 pedagang, los kering 183 pedagang, los daging 40 pedagang dan pelataran 36 pedagang,” urainya. (jay/saf)

BERBAGI