Beranda Ekonomi Pasokan LPG 3 Kg Ditambah 10 Persen

Pasokan LPG 3 Kg Ditambah 10 Persen

90
BERBAGI
Persediaan LPG 3 Kg. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pasokan LPG 3 Kg di Jawa Tengah dan DIY pada menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, ditambah hingga 10% dari kebutuhan normal.

“Pertamina menyiapkan anitisipasi kenaikan konsumsi produk LPG 3kg sebesar 10% dibandingkan dengan rata-rata normal harian tahun 2017, di wilayah Jateng dan DIY,” kata Andar Titi Lestari, Manager Communication Pertamina Marketing Operation Region IV.

Menurutnya, saat ini rata-rata konsumsi LPG 3 Kg per bulan untuk Jateng sebesar 74.595 MT (Metrik Ton), atau setara 24.986.296 tabung. Menjelang Natal dan Tahun baru nanti, khusus Jawa Tengah telah disiapkan hingga 27.484.926 tabung atau setara dengan 82.455 MT.

Sedangkan untuk wilayah DIY rata-rata perbulan konsumsi LPG 3 kg adalah 2.821.832 tabung atau setara dengan 8.465 MT. Adapun saat menjelang Natal dan Tahun baru 2018 nanti, telah disiapkan hingga 3.104.015 tabung setara 9.312 MT.

Dikatakan, ketahanan suplai dan stok LPG juga ditunjang dengan keberadaan 830 SPBU yang tersebar di wilayah Jateng dan DIY, sebagai alternatif pilihan masyarakat mendapatkan LPG 3kg.

“SPBU ini sebagai stabilisator yang kami tugaskan layaknya Pangkalan yang juga menjual LPG 3 kg sesuai dengan harga HET yang berlaku, yaitu Rp15.500, dan mengisi Logbook. Sehingga pengguna LPG 3 kg  juga tetap menyertakan Kartu identitas sebagai data,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku, selama masa satgas Natal dan Tahun baru 2018 nanti, seluruh pangkalan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta sebanyak 39.431 unit akan menjadi Pangkalan Siaga. Dalam hal ini, pangkalan akan beroperasi hingga hari Minggu, sejak H-10 sampai H+10 setelah Tahun Baru. “Jadi, masyarakat tidak perlu resah, karena Pertamina selalu memastikan ketersediaan LPG 3kg terjaga sesuai kebutuhan di masyarakat,” terangnya.

Andar pun berharap, dukungan penuh dari masyarakat, untuk mengawasi keperuntukan LPG 3 Kg untuk rakyat miskin dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG sangat diperlukan. “Apabila terdapat kecurangan di pangkalan dan agen, mohon masyarakat dapat melaporkan kepada Disperindag setempat, dan layanan contact center pertamina 1-500-000,” tegasnya.

Sementara, perlu diinformasikan bahwa kebijakan penerapan distribusi LPG 3 kg mengikuti Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG, dimana pada pasal 18 – 20 menyebutkan tentang pendistribusian LPG dan pengguna LPG tertentu, dalam hal ini adalah LPG 3 Kg. Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan LPG 3 kg. (aln/mar)