Beranda Sekolah Hebat Opini Guru PBL Menjadikan Peserta Didik Semakin Berpikir Kritis B-TIK

PBL Menjadikan Peserta Didik Semakin Berpikir Kritis B-TIK

151
Idha Setiawati, M.Kom Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (Guru TIK) SMA Negeri 8 Semarang
Idha Setiawati, M.Kom Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (Guru TIK) SMA Negeri 8 Semarang

SMA Negeri 8 Semarang menerapkan jam Bimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (B-TIK) secara klasikal dikelas X tahun pelajaran 2019/2020 semester 1. Kelas X MIPA 5 materi B-TIK adalah HTML (Hyper Text Markup Laguage). Menurut Arief (2012:23), “HTML atau Hypertext Markup Language merupakan salah satu format yang digunakan dalam pembuatan dokumen dan aplikasi yang berjalan di halaman web. Dokumen ini dikenal sebagai web page. Dokumen HTML merupakan dokumen yang disajikan pada web browser”.

Dalam upaya meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran B-TIK SMA Negeri 8 Semarang, khususnya peserta didik kelas X MIPA 5 pada pertemuan kedelapan bab hyperlink dalam web dengan menggunakan model problem based learning. Menurut Duch (1995) dalam Aris Shoimin (2014:130) mengemukakan bahwa pengertian dari model problem based learning adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan ketrampilan memecahkan masalah serta memperoleh pengetahuan.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model based learning adalah langkah pertama klarifikasi permasalahan tentang hyperlink pada suatu web, peserta didik melakukan identifikasi terhadap web yang ditampilkan guru untuk menemukan masalah, peserta didik melakukan klarifikasi terhadap masalah hyperlink pada web yang ditemukan.

Langkah kedua brainstroming, peserta didik mengidentifikasi web dan melakukan brainstroming dengan cara sharing information, klarifikasi informasi dan data, melakukan peer learning dan bekerjasama dengan fasilitasi guru. Peserta didik mendapatkan deskripsi dari hyperlink dalam web, apa saja yang perlu dipelajari untuk menyelesaikan masalah, deskripsi konsep yang sudah dan belum diketahui, menemukan penyebab masalah, dan menyususn rencana untuk menyelesaikan masalah hyperlink dalam web. Peserta didik mengembangkan alternatif penyelesaian masalah hyperlink dalam web.

Peserta didik menyusun dan mengembangkan action plan untuk penyelesaian masalah hyperlink dalam web. Langkah ketiga pengumpulan informasi dan data, peserta didik melakukan kegiatan pengumpulan data dan informasi terkait dengan penyelesaian masalah dari berbagai sumber data serta melakukan observasi. Peserta didik secara mandiri mengolah hasil pengumpulan informasi/data untuk dipergunakan sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah hyperlink dalam web. Langkah keempat berbagi informasi dan berdiskusi untuk menemukan solusi penyelesaian masalah, peserta didik kembali melakukan brainstroming, klarifikasi informasi, konsep dan data terkait dengan permasalahan hyperlink dalam web dan menemukan solusinya, malakukan peer learning dan bekerjasama.

Peserta didik merumuskan dan menetapkan solusi. Peserta didik menyusun laporan hasil diskusi. Langkah kelima presentasi hasil penyelesaian masalah, peserta didik mempresentasikan hasil brainstromingnya tentang solusi yang dikemukakan. Peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya didepan kelas. Peserta didik mereviu, menganalisis, mengevaluasi dan refleksi terhadap pemecahan masalah yang ditawarkan beserta reasoningnya dalam diskusi kelas. Peserta didik melakukan perbaikan berdasarkan hasil diskusi. Langkah keenam refleksi, peserta didik mengemukakan ulasan terhadap pembelajaran yang dilakukan, guru dan peserta didik memberikan apresiasi atas partisipasi semua pihak. Guru dan peserta didik merefleksi atas kontribusi setiap orang dalam proses pembelajaran.

Dari hasil prensentasi peserta didik maka dengan mengunakan model problem based learning peserta didik semakin berfikir kritis, meningkatkan keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membangun atau memperoleh pengetahuan baru.

Idha Setiawati, M.Kom
Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi
(Guru TIK)
SMA Negeri 8 Semarang