Beranda Semarang Pedagang Dugderan Ngeyel Jualan di Kawasan MAJT

Pedagang Dugderan Ngeyel Jualan di Kawasan MAJT

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pedagang Dugderan masih menjamur di sekitar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Rabu, meski sebentar lagi sudah memasuki bulan puasa.

Dugderan merupakan tradisi tahunan masyarakat Kota Semarang dalam menyambut Ramadan yang diramaikan dengan pasar malam atau pasar tiban, dipungkasi dengan karnaval budaya.

Biasanya, pasar malam Dugderan berlangsung di kawasan Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman. Akan tetapi, pada tahun ini sebagian besar ditempatkan di kawasan MAJT Semarang seiring dengan revitalisasi Pasar Johar.

Meski pemerintah sudah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriah pada hari Kamis (17/5), para pedagang Dugderan masih terlihat di kawasan MAJT Semarang yang didominasi gerabah.

Herry (43), pedagang gerabah di kawasan MAJT Semarang, mengaku bahwa dirinya akan cukup lama berjualan di situ sampai masuk bulan puasa.

“Biasanya, saya jualannya di kawasan Pasar Johar dekat Masjid Kauman. Akan tetapi, sekarang dialihkan ke sini (MAJT, red.), ya, saya jualan di sini. Ternyata, lumayan sepi,” katanya.

Segala macam gerabah, seperti celengan dengan berbagai bentuk dijualnya, mulai bentuk binatang hingga buah-buahan dengan cat warna-warni, berikut beberapa permainan tradisional anak-anak.

Dari berjualan beraneka gerabah dan mainan tradisional anak-anak itu, dia mengaku setiap harinya bisa mendapatkan omzet sekitar Rp500 ribu. Akan tetapi, jika dibandingkan tahun lalu, menurun.

“Pedagang maupun pengunjung kalau di sini (MAJT, red.) kurang antusias, beda sama di sekitar Pasar Johar seperti dahulu. Akan tetapi, lumayan sehari bisa dapat Rp500 ribu,” katanya. (hfd/ant)

BERBAGI