Beranda Hukum & Kriminal Pelajar MTs Diduga Tewas Dipukul Bagian Ulu Hati

Pelajar MTs Diduga Tewas Dipukul Bagian Ulu Hati

BERBAGI
Eko Prasetyo siswa kelas 8 Tahfid MTs Maarif NU Ngalian, Kaliwiro, Wonosobo, korban kekerasan siswa lain. FOTO:AGUS/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. WONOSOBO- Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah Maarif NU Kaliwiro meninggal dunia. Kematian korban diduga setelah dipukul oleh salah seorang siswa SMPN 3 Ngadisono saat pulang sekolah. Belum jelas motif kasus tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Korban bernama Eko Prasetyo kelas 8 Tahfid MTs Maarif NU Ngalian, asal  korban dari Dusun Gawaran Desa Trimulyo Kecamatan Wadaslintang.

Dari informasi yang berhasil dhimpun menyebutkan, bahwa korban  pulang sekolah pada pukul 13.00 WIB mengendarai sepeda motor,  dan ketika melintas di jembatan pudang  Wadaslintang sekitar pukul 13.45 WIB  korban dihadang oleh 5 anak siswa SMPN 3 Ngadisono Kaliwiro.

Salah satu dari anak SMPN 3 Ngadisono mendekati korban dan memukul tepat di ulu hati. Seketika itu korban pingsan dan terjatuh dari sepeda motor. Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas Ngalian, namun nyawanya tidak tertolong.

Kepala sekolah MTs Maarif NU Ngalian Gunawan  saat di konfirmasi belum bisa memberikan informasi terkait kejadian tersebut, pihaknya hanya membenarkan bahwa korban merupakan siswa MTs Ngalian. Korban kelas 8 tahfid atau kelas hafalan alquran. Di sekolah korban diketahui sebagai anak yang baik.

Sedangkan pihak kepolisian belum bisa memberikan informasi penyebab kematian korban. Polisi masih mendalami kasus tersebut dengan melakukan oleh tempat kejadian perkara serta meminta informasi dari sejumlah saksi.

“Sedang dilakukan proses pemeriksaan, keterangan lebih lanjut mohon ditunggu,” ungkap Kasubag Humas Polres Wonosobo AKP Marino.

Pihaknya berharap semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh suasana di wilayah Wadaslintang dan kecamatan Kaliwiro, sebab polisi akan bertindak profesional dalam mengungkap motif kasus tersebut. apalagi informasi yang beredar di media sosial cukup simpang siur.

“Biarkan polisi bekerja untuk ungkap kasus ini, proses visum akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban,” pungkasnya. (gus/jpnn/muz)

BERBAGI