Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Membosankan Dan Bikin Ngantuk?

Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Membosankan Dan Bikin Ngantuk?

BERBAGI
Anik Indradi,S.Pd. Guru SMP N 2 Toroh,Kab.Grobogan
Anik Indradi,S.Pd. Guru SMP N 2 Toroh,Kab.Grobogan

GROBOGAN – Selama ini banyak orang berpendapat bahwa pelajaran IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial adalah pelajaran yang membosankan, terutama untuk  materi sejarah ,membuat siswa jenuh dan bikin ngantuk karena materi atau bahan ajarnya yang  terlalu banyak dan sering dikatakan terlalu nggedabyah ( dalam bahasa Jawa) . Siswa tidak akan tertarik dan kurang semangat dalam belajar. Memang  kalau kita perhatikanbahwa pelajaran IPS materinya terlalu banyak ,karena meliputi empat mata pelajaran,yaitu : Geografi ,Sejarah,Ekonomi dan Sosiologi.Sehinggasiswa juga merasa susah untuk menyerap ilmu yang diajarakan jika pembelajaran masih monoton padahal materi yang diajarkan guru begitu banyak. Siswa tidak akan tertarik dan kurang semangat dalam belajar,apalagi ditunjang dengan minimnya prasarana yang ada di sekolahan karena tidak memiliki laboratorium IPS.

Anggapan pelajaran IPS membosankan dan bikin ngantuk akan sirna kalau guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang  tepat dan sesuai  dari sisi materi atau pokok bahasan pembelajaran pada Kompetensi Dasar ( K.D )  yang diajarkan oleh guru atau pengajar yang bersangkutan.

Guru sebagai pengajar  yang tentu saja memiliki kemampuan pedagogis harus jeli dalam memilih metode yang tepat  untuk mendisain pembelajaran agar lebih menarik dan bemakna sehingga proses belaja mengajar lebih hidup dan tidak membosankan apalagi bikin ngantuk siswa.

Melihat permasalahan tersebut,lantas model pembelajaran apakah yang harus digunakan seorang guru dalam pembelajaranIlmu Pengetahuan Sosial(IPS) sejarah dan sosiologi khususnya,agar siswa tidak bosan dan mengantuk ?Tentu saja guru harus menerapkan model pembelajaran yang tepat, yang sesuai dengan materi pembelajaran , kondisi kelas,  kesiapan guru dan yang dapat membuat suasana proses belajar mengajar berubah aktif serta kreatif.Siswa bersemangat,senang dan mudah menyerap ilmu dengan lancar. Guru harus mampu menyeleksi dan mengadopsi  model-model pembelajaran yang dikombinasikan sehingga dapat menciptakan model yang baru.

Di sini penulis akan memilih metode role playing atau permain peransebagai metode pembelajaran materi sejarah dan materi sosiologi dalam IPS,kenapa sejarah atau sosiologi? Karena materi sejarah dan sosiologi yang sering membuat siswa bosen,jenuh dan ngantuk serta sulit memahami.Ke dua materi inilah yang sangat cocok dengan metode roleplaying, sedangkan untuk materi Geografi  dan materi Ekonomi dapat menggunakan metode karya wisata.

Di dalam metode role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang di dalamnya ada tujuan,aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang(Jill Hadfild,1986) .Dalam role playingsiswa dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas,meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. Permainan ini umumnya dilakukan lebih dari satu orang atau secara kelompok,titik tekannya terletak pada  keterlibatan  emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi.Siswa diperlakukan sebagai subyek pembelajaran,secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa bersama teman-temannya pada situasi tertentu.

Telah diuraikan tentang bagaimana cara mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial( IPS) khususnya untuk  materi sejarah dan sosiologi supaya tidak membosankan dan bikin ngantuk?. Role play jawabanya!

Marilah kita mengajak siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan senang tanpa beban tapi menantang. Siswa akan bersemangat, mudah tertarik mengikuti pelajaran dengan nyaman dan mengasyikan,hasilnyapun memuaskan!metode role play dalam pembelajaran sepertti yang telah penulis lakukan?.Menyenangkan,gak percaya? Buktikan!. Guru cerdas,murid tangkas.

Anik Indradi,S.Pd.

 Guru SMP N 2 Toroh,Kab.Grobogan

BERBAGI