Beranda Headline Pelaku Money Politics di Temanggung Dituntut Tiga Tahun Penjara

Pelaku Money Politics di Temanggung Dituntut Tiga Tahun Penjara

25
BERBAGI
Puluhan pelajar Pekalongan kampanye anti money politik.

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Temanggung menuntut terdakwa politik uang Supriyono warga Desa Gowak, Pringsurat dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sidang politik uang di Pengadilan Negeri Temanggung, Senin, JPU Antonius mengatakan sesuai fakta-fakta hukum di persidangan tidak ada satu pun yang dapat meniadakan perbuatan terdakwa pada Rabu (27/7) dengan membagikan amplop berisi uang.

Pembagian amplop berisi uang tersebut untuk mempengaruhi pemilih agar mencoblos pasangan calon bupati dan wakil bupati tertentu.

Perbuatan itu antara lain terjadi di rumah Devi Bagas Santosa dan Anik warga Gowak Pringsurat, serta pada Wawan dan Kuat Darmawan.

“Masing-masing diberi amplop berisi uang Rp20 ribu. Pemberian ini untuk mempengaruhi agar mencoblos pasangan tertentu,” katanya.

Ia menyampaikan perbuatan terdakwa itu melanggar Pasal 187 A Undang-Undang Pilkada nomor 10/2016.

Ia menuturkan hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya telah menciderai demokrasi, sedangkan yang meringankan bersikap sopan dan terdakwa adalah kepala keluarga serta belum pernah dihukum.

Mendengar tuntutan tersebut, Supriyono dan penasihat hukum dari LBH Temanggung yang diketuai Jamal menyampaikan akan membuat pembelaan.

Pembelaan dari Supriyono dan penasihat hukum akan disampaikan pada sidang lanjutan Selasa (10/7).

Jamal mengatakan setelah berkomunikasi dengan terdakwa, Supriyono akan menulis sendiri pembelaan itu dan membacakannya di persidangan besuk.

“Kami dari penasihat hukum juga akan membuat pembelaan,” katanya.

Majelis hakim Didit Pambudi Widodo memerintahkan pada jaksa untuk menyediakan kertas dan alat tulis pada terdakwa sehingga bisa menulis pembelaan untuk disampaikan pada sidang, Selasa.

Sidang kasus politik uang pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. (drh/ant)