Beranda Hukum & Kriminal Pelaku Sindikat Spesialis Pencurian Truk Didor

Pelaku Sindikat Spesialis Pencurian Truk Didor

Lumpuhkan Komplotan Lampung

173
DITEMBAK : Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat mengintrogasi kelima pelaku spesialis pencurian truk.
DITEMBAK : Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat mengintrogasi kelima pelaku spesialis pencurian truk.

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Jajaran Reskrim Polres Salatiga berhasil meringkus lima pelaku sindikat pencurian truk antar provinsi. Dua dari lima pelaku terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas akibat nekat kabur dari kejaran petugas. Mereka terpaksa didor karena berusaha kabur saat akan diminta menunjukan barang bukti.

Kelima pelaku Kusnandar (49) warga Desa/Kelurahan Sentono RT 02 RW 01, Kecamatan Pekalongan yang merupakan pimpinnan komplotan. Anak buahnya antara lain, M. Subkhi (39) warga Simbar Waringin RT 14 RW 07, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Abdul Munif ( 41) warga Dusun Turunan RT 01 RW 03, Kelurahan Gentan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

 Selain itu ada, Edy Arvianto (34) warga Jalan Urip Sumoharjo Rimawi II, RT 09, Gunung Sulah, Bandar Lampung dan Jefri Parnigotan Pakpahan ( 24) warga Sinarjati Dusun 3, Hajimena RT 02 RW 01 Kecamatan Natar, Bandar Lampung. Dua pelaku yaitu Kusnandar dan Subkhi ditangkap di depan mini market di Jalan Patimura, Salatiga dan tiga lainnya Munif, Edy dan Jefri diringkus dalam pelarian di Subang, Jawa Barat.

Keterangan yang dihimpun dari gelar perkara di Mapolres Salatiga, Jumat ( 20/12), pengungkapan dan penangkapan terhadap komplotan pencurian truk bermula dari laporan kasus pencurian truk yang menimpa Muhsinin (65) warga kampung Wiroyudan RT 01 RW 02, Kelurahan Tingkir Tengah, Salatiga pada Minggu (1/12). Truk jenis Mitsubihis Canter hilang saat diparkir di halaman rumah Ahyat di Jalan Raya Tingkir-Suruh Km 01. Dari kejadian itu, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan, petugas mendapatkan identitas sejumlah tersangkanya. Namun saat dilakukan pelacakkan, para pelaku sudah kabur dari Salatiga. Pada Rabu (11/12) petugas mendapat informasi komplotan itu masuk ke Kota Salatiga dengan menggunakan dua buah mobil. Petugas langsung melakukan pelacakkan dan pengintaian.

“Pelaku ada lima orang dengan mengendarai dua mobil. Saat itu mereka menginap di sebuah hotel di Jalan Kalimangkak. Kita pantau dan awasi terus. Rupanya satu mobil yang berisi tiga orang kabur sedangkan satu mobil yang berisi dua orang mampir di Indomaret di Jalan Patimura. Petugas langsung menyergapnya,” ujar Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono didampingi Kasatreskrim AKP Suharto dan Kasubag Humas AKP Joko Lelono.

 Dari hasil pengembangan terhadap kedua tersangka yang ditangkap di Salatiga, diketahui identitas ketiga pelaku lainnya. Petugas kemudian melacak keberadaan pelaku yang diketahui berada di daerah Subang, Jawa Barat.

Tak lama berselang petugas berhasil mencegat mobil yang dikendarai ketiga tersangka di Subang. Namun saat hendak ditangkap dua dari pelaku nekat kabur meski petugas sudah memberikan tembakan peringatan. Petugas pun terpaksa melumpuhkan Munif dan Edy dengan timah panas di kakinya. Mereka kemudian digelandang ke Salatiga.

 Selain meringkus kelima pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti 1 set kunci T yang dipakai untuk membandrek truk, sebuah mobil Avansa B 2793 YN, uang tunai Rp 300 ribu, 2 buah buku tabungan, 2 buah ATM. Dari pengembangan petugas juga mengamankan sepucuk pistol merk Broning Hi power automatic, sepuluh butir amunisi caliber 9 dan sebuah tas selempang.

 Menurut pengakuan Kusnandar, ia yang mencuri langsung truk yang menjadi sasaran dengan kunci bandrek. Ia hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit untuk membawa kabur truk sasaran. (deb/sgt)