Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pelayanan Prima Dalam Belajar Kimia

Pelayanan Prima Dalam Belajar Kimia

BERBAGI
: Puji Dwi Hastuti, S.Pd Guru Kimia Sman 1 Baturetno, Wonogiri
: Puji Dwi Hastuti, S.Pd Guru Kimia Sman 1 Baturetno, Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – Belajar dimana saja dan kapan saja tentunya sudah diterapkan sejak anak  memulai belajar untuk pertama kalidi tingkat paling bawah, yaitu dirumah. Orang tualah yang berperan banyak dalam hal ini, sejak kecil anak dididik untuk mau belajar dimana saja dan kapan saja. Kebiasaan orang tua menunjukkan segala hal untuk dipelajari dan disimak anak tentu  akan menjadi kebiasaannya sampai dewasa.Kebiasaan bertanya atau kebiasaan mengetahui sesuatu dengan didampingi pembimbing kadang masih dibawa anak sampai bersekolah tingkat atas. Memasuki jenjang pendidikan di SMA, anak mengalami perubahan tingkat pendidikan dari tingkat pertama ke tingkat atas. Masih banyak anak yang belajar harus dengan bimbingan  orang tua atau guru. Untuk itu, guru harus memfasilitasi kebutuhan mereka.

Pelajaran Kimia adalah mata pelajaran yang baru diperoleh anak-anak ketika berada di tingkat pendidikan atas.Tentunya hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk anak.Mempelajari sesuatu yang baru, yang belum pernah diperoleh di tingkat pendidikan sebelumnya.Ilmu Kimia ialah suatu cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari materi mengenai sifat-sifat, komposisi, struktur dan perubahan yang dialaminya serta energi yang timbul atau diserap selama terjadi perubahan tersebut.Mempelajari hal yang sangat abstrak bagi mereka tentunya menimbulkan banyak sekali pertanyaan.

Menurut KBBI pelayanan berasal dari kata “layan” yang artinya menolong, menyediakan segala apa yang diperlukan orang lain. Sedangkan kata “prima” berarti yang pertama atau yang utama. Jadi Pelayanan Prima adalah Suatu tindakan yang diberikan seseorang  dengan tujuan untuk memberikan kepuasan kepada orang lain. Ibarat sebuah pertokoan, murid adalah pelanggan yang harus dilayani dengan sebaik mungkin, agar pelanggan betah dan senang berbelanja di toko itu.  Sekolah ibaratnya ladang bagi guru untuk menebar dan merawat bibit yang ada, agar kelak ketika waktunya dipanen, hasilnya tidak mengecewakan. Begitu juga murid baru, yang  memasuki jenjang pendidikan SMA, mendapatkan pelajaran yang baru mereka kenal yaitu Kimia, tentunya  akan sangat banyak menimbulkan pertanyaan bagi mereka dan membutuhkan bantuan dari gurunya.

Disinilah peran guru kimia kelas X untuk bisa memberikan pengenalan atau pondasi untuk murid supaya menyukai hal baru yaitu belajar Kimia. Membawa murid untuk menyukai Kimia, memberi pemahaman kepada murid bahwa belajar Kimia itu mengasyikkan. Guru Kimia memang seharusnya bisa memberikanpelayanan prima untuk  muridnya. Memberikan materi dengan gaya bahasa yang dipahami anak, dengan menggunakan istilah-istilah jaman now yang tentu akan lebih mudah mereka pahami.

Pelayanan prima ini bisa dalam bentuk apapun,misalnya  menjawab semua pertanyaan mereka, membimbing mereka satu per satu untuk menjawab soal,bahkan hal ini  bisa sampai malam hari. Konsultasi online sering juga  digunakan untuk menjawab banyak pertanyaan tentang kebingungan mereka dalam menjawab soal Kimia.Anak anak akan merasa dihargai ketika pertanyaan mereka melalui media sosialwhatsapp dijawab oleh gurunya.Kadang masalah bisa berkembang, tidak hanya tentang Kimia, tapi tentang kehidupan pribadi mereka. Menjadi guru kimia dengan pelayanan prima,menciptakan kedekatan emosional antara guru dan murid yang berdampak pada kecintaan mereka untuk belajar Kimia.Mengajar dengan hati, tentunya akan masuk ke hati mereka juga. Alangkah bahagianya ketika kita menjadi guru yang ditungu-tunggu kehadirannya dikelas, dan ketika kita berhalangan hadir mereka merasa kehilangan kita.

Sungguh hal yang baru itu bisa menjadi suatu kecintaan apabila tepat dalam mengenalkan kepada orang baru.Atau akan menjadi momok mengerikan jika tidak tepat dalam memberikan pondasi.Harapan kedepan adalah, meskipun kimia itu baru dan abstrak tapi anak tidak membenci pelajaran kimia atau bahkan memberikan label “sulit” untuk Kimia.Anak akan merasaenjoy menghadapi soal-soal kimia dan selalu menantikan pelajaran kimia.Akan sangat bangga menjadi guru yang kehadirannya dinantikan oleh muridnya.Pelan tapi pasti, mengajar dengan hati akan sampai ke hati pula. Inilah salah satu bentuk pelayanan prima dalam belajar kimia.

 Puji Dwi Hastuti, S.Pd

Guru Kimia Sman 1 Baturetno, Wonogiri

BERBAGI