Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Peluang Emas Memilih Jurusan Tata Busana

Peluang Emas Memilih Jurusan Tata Busana

234
BERBAGI
Leny Eka Damayanti, S.Pd Guru SMKN 1 Salatiga
Leny Eka Damayanti, S.Pd Guru SMKN 1 Salatiga

JATENGPOS.CO.ID, – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tinggal menghitung hari. Ujian penentu bagi setiap level pendidikan untuk menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Demikian halnya untuk para peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bagi peserta didik SMP, pasca-UN ada satu tahapan lagi untuk menentukan sekolah, memilih SMA atau SMK. Berdasarkan pengalaman di lapangan saat penerimaan peserta didik baru, masih  banyak  ditemui minat peserta didik lulusan SMP baik negeri maupun swasta  berbondong-bondong mendaftar ke SMA. Namun karena  daya tampung SMA yang terbatas, akhirnya para calon peserta didik yang tidak diterima memilih SMK sebagai alternatif terakhir dengan asumsi daripada tidak sekolah atau menganggur. Meskipun masih banyak juga calon peserta didik yang langsung memilih SMK sebagai pilihan utama.

Pada proses pembelajaran penulis masih menemui peserta didik yang ogah ogahan untuk mengikuti pembelajaran produktif tata busana dengan alasan karena mereka tidak berminat, salah pilih jurusan, paksaan dari orang tua / keluarga atau dengan alasan klise lainnya. Hal ini terjadi karena masih banyak pendapat di masyarakat yang menganggap memilih sekolah lanjutan yang bergengsi adalah SMA. Sedangkan pilihan SMK, jurusan tata busana masih dipandang sebelah mata. Mereka masih beranggapan masa depan lulusan SMK jurusan tata busana kurang menjanjikan. Paling hanya bisa bekerja sebagai tenaga kerja di pabrik garment jika tidak memiliki modal besar untuk membuka usaha sendiri.

Pandangan inilah yang harus diubah dan dikikis. Siapa bilang alumni jurusan tata busana hanya akan berakhir menjadi tenaga operator jahit ?  Banyak peluang  emas yang sangat menjanjikan. Karena di jurusan tata busana, peserta didik akan dibekali ilmu tata busana secara detail. Sehingga lulusan SMK tata busana sebagai tenaga kerja ahli madia yang kompeten  juga bisa melanjutkan pendidikan karena jurusan tata busana bisa menjadi landasan sebelum melangkah ke jenjang pendidikan  yang lebih tinggi.

Dapat dipastikan pilihan SMK tata busana  memiliki keunggulan, antara lain:  Belajar dari nol / dasar. Dalam hal ini peserta didik akan mempelajari ilmu mulai dari cara menggambar/ mendesain, mengenal dan mempelajari jenis bahan /tekstil, mengukur, membuat pola, memotong, menjahit, serta menghias sampai finishing. Bahkan sampai pengelolaan usaha di bidang busana  sehingga peserta didik tidak perlu takut tidak  dapat menyesuaikan diri.

Semua proses dipelajari. Tiap kompetensi baik dasar maupun lanjut dalam proses  pembelajaran diulas tuntas baik secara teori maupun dipraktekkan secara individu sehingga peserta didik tidak hanya mahir di salah satu bidang misalnya mendesain saja atau di bidang  proses menjahitnya saja karena peserta didik diberi ketrampilan mulai dari pekerjaan dengan tangan sampai mengoperasikan alat bantu jahit yang canggih sehingga  akan mumpuni di semua aspek.

Belajar untuk menciptakan karya inovasi. Dunia fashion selalu berkembang setiap harinya. Baik dari segi model busana maupun material yang digunakan. Disinilah kawah untuk mengasah para peserta didik untuk lebih kreatif dalam menciptakan sebuah karya busana. Karena tidak menutup kemungkinan  karya busana yang dibuat menjadi trend.

Dapat membedakan kualitas busana. Mungkin kesannya simple menilai sebuah busana. Bisa terlihat jelas namun sangat berpengaruh besar terhadap tampilan sebuah busana.  Kualitas busana sangat dipengaruhi dari pemilihan  bahan maupun garnitur, hasil jahitan, embroidery dan pressing. Pemilihan bahan maupun garniturnya harus sesuai dengan jenis busana yang akan diproduksi. Jika salah satu unsur yang dipilih tidak tepat  akan mempengaruhi kualitas busana  itu sendiri.  Demikian pula dengan hasil jahitan. Meskipun pemilihan bahan dan garniturnya tepat tapi jika hasil jahitannya tidak rapi, maka akan menjatuhkan kulitas busana itu sendiri. Dengan semakin seringnya praktik, peserta didik akan terbiasa membuat pakaian  dan akan mudah menilai dan membandingkan mana busana yang berkualitas baik dan yang tidak.

Pengalaman magang. Dengan belajar tata busana peserta didik akan mengalami masa Praktek Kerja Industri (Prakerin) atau magang. Pada fase ini peserta didik akan merasakan pengalaman magang di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yaitu magang di perusahaan yang bergerak dibidang busana baik itu di butik, desainer / perancang busana maupun di garment. Banyak pengalaman yang diperoleh. Peserta didik akan tahu persis seluk beluk usaha dibidang  Fashion. Mulai dari ritme kerja, cara melayani dan menangani costumer baik saat menerima order maupun compline, cara mengatasi permasalahan dalam hal produksi dan yang lainnya. Dari berbekal pengetahuan yang didapat di bangku pendidikan SMK tata busana menjadikan alumni siap kerja, siap melanjutkan pendidikan dan siap berwirausaha.

Oleh : Leny Eka Damayanti, S.Pd

Guru SMKN 1 Salatiga

BERBAGI