Beranda Jateng Pemanfaatan Dana Desa Untuk Inovasi Pembangunan

Pemanfaatan Dana Desa Untuk Inovasi Pembangunan

153
BERBAGI
TINJAU STAN : Bupati Demak HM Natsir dan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis saat meninjau stan pameran desa. Adhi pramanto/jateng pos
TINJAU STAN : Bupati Demak HM Natsir dan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis saat meninjau stan pameran desa. Adhi pramanto/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Bupati Demak HM. Natsir berharap setiap Desa dapat memanfaatkan Dana Desa terutama untuk inovasi pembangunan desa sekaligus merevitalisasi peran pendamping dalam pengembangan potensi ekonomi desa agar tepat guna dan dirasakan oleh masyarakat. Hal itu diungkapkan saat berikan sambutan pada acara Bursa Inovasi Desa Kabupaten Demak tahun 2018 di Pendopo Kabupaten Demak, Kamis (8/11). ”Terlebih lagi Kemendes PDTT telah meluncurkan program inovasi desa yang salah satunya yakni Bursa Inovasi Desa,” kata Natsir.

Ia melanjutkan, kegiatan yang diikuti 243 desa dengan 729 peserta tersebut merupakan suatu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas desa dan ajang pertukaran pengetahuan serta penyebarluasan kegiatan inovatif antar desa. Sehingga apa yang diperoleh dapat diimplementasikan di desa sesuai dengan sumber daya di desanya.

”Ayo mulai langkah strategis, lakukan penyebaran dan pertukaran gagasan dan inovasi masyarakat, agar Desa-Desa di Demak ini makin berkembang,” ajaknya.

Natsir juga mengatakan tujuan Bursa Inovasi Desa untuk menjembatani kebutuhan Pemerintahan Desa supaya mendapat kontrol bilamana menemui kendala, selain mencari inisiatif atau alternatif disegi penggunaan Dana Desa guna pembangunan Desa. ” Bursa inovasi Desa ini juga bisa menertibkan penggunaan Dana Desa. Jadi dengan tertibnya pengelolaan Dana Desa, maka dapat melahirkan program yang kreatif dan inovatif dengan potensi yang ada di masing-masing Desa,” imbuhnya.

”Untuk itu, berinovasilah dengan potensi dan kekayaan yang dimiliki oleh Desa masing-masing. Apabila pembangunan desa maju maka Kabupaten juga akan maju. jangan takut berinovasi selama tidak melanggar peraturan dan undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Harapan ke depan APBDes tahun depan akan lebih bernutrisi dengan kegiatan inovatif sehingga pembangunan desa menjadi lebih bergizi dalam pembangunan ekonomi local dan kewirausahaan, pengembangan SDMdan infrastruktur.

Bersamaan dengan itu BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit juga meluncurkan Desa Berahan Wetan dan Desa Kedungwaru Lor Sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2018.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis mengatakan, mayoritas penduduk di Indonesia adalah penduduk Desa yang tersebar di lebih dari 72.000 desa di seluruh Nusantara. Tidak sedikit penduduk desa yang belum mengenal program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan amanah Undang-undang untuk menjamin kesejahteraan seluruh pekerja di seluruh Indonesia, baik yang bekerja di perkotaan maupun di Desa.

Untuk memastikan informasi tentang program dan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sampai ke seluruh wilayah sampai ke wilayah terkecil yaitu Desa, BPJS Ketenagakerjaan terus menggalakkan program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang kali ini menetapkan Desa Berahan Wetan dan Desa Kedungwaru Lor sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2018, Kamis (08/11).

Program Desa Sadar Jaminan Sosial sendiri merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerjasama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa agar lebih memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit, Yosef Rizal menjelaskan dengan tercakupnya dua desa tersebut sebagai Desa Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, berarti Kepala Desa dan seluruh perangkatnya telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini telah dilaksanakan di beberapa daerah pada Tahun 2017 sebanyak 276 desa  dan ditargetkan pada Tahun 2018 ini akan dibentuk 200 desa sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami akan terus berupaya untuk menciptakan cara-cara edukasi baru untuk seluruh masyarakat pekerja agar seluruh pekerja sadar akan pentingnya sebuah jaminan sosial dalam menghadapi risiko-risiko sosial yang dapat menimpa kita dimanapun dan kapanpun,” pungkas Ilyas.

 “Tujuan dibentuknya Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini agar masyarakat Desa mengenal lebih dekat program-program BPJS Ketenagakerjaan sehingga menimbulkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ini,” tambah Eko, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. (adi)

BERBAGI