Beranda Jateng Solo Pembangunan KA Bandara Terkendala Lahan

Pembangunan KA Bandara Terkendala Lahan

Belum Sepakat, 27 Bidang Lahan Belum Bisa Dibebaskan

23
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Sebanyak 27 bidang tanah yang berada di wilayah Kelurahan Kadipiro, Banjarsari yang terdampak proyek pembangunan kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan hingga saat ini belum berhasil dibebaskan. Pasalnya para pemiliknya belum menyepakati nilai ganti rugi yang disodorkan pemerintah.

Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Sunu Duto Widjomarmo mengatakan, saat ini pihaknya sudah berhasil membebaskan lahan sebanyak 58 bidang, sedangkan sisanya masih terdapat 27 bidang. Padahal tenggat pengumpulan berkas persetujuan atas kompensasi pemerintah jatuh pada 9 Januari.

“Surat pemberitahuan sudah kami layangkan kepada 27 pemilik lahan yang belum menyerahkan berkas persetujuan nilai kompensasi atau 14 hari kerja setelah diselenggarakannya musyawarah ganti rugi yang sudah dilaksanakan 18 Desember lalu,” paparnya usai rapat koordinasi pembebasan lahan proyek KA Bandara di Balaikota, Senin (8/1).

Ia menambahkan, akan menggandeng pihak Pengadilan Negeri (PN) jika memang sampai batas waktu yang ditentukan para pemilih lahan ini belum juga memberikan keputusan. Dimana pihaknya selaku panitia akan menitipkan uang pembayaran ke pengadilan. “Memang saat musyawarah di kantor kelurahan ada pemilik lahan yang menolak nilai ganti rugi yang ditawarkan karena dinilai terlalu kecil. Padahal panitia sudah menghitung appraisal sesuai dengan nilai NJOP. Kalau memang masih buntu terpaksa kami serahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Sedangkan terkait pembayaran ganti rugi, Sunu mengatakan sudah dilakukan mulai akhir Desember lalu. Dimana uang ganti rugi langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemilik lahan.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Solo, Hendro Pramono mengatakan, Pemkot akan terus melakukan pendekatan kepada pemilik lahan yang masih menolak. Sehingga sebisa mungkin tidak perlu melibatkan pengadilan. “Kami akan memediasi kembali warga dan panitia pembebasan lahan agar mereka mengerti pentingnya pembangunan kereta api bandara,” ujarnya. (jay/saf)