Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pembelajan Lansung Mudahkan Belajar IPA

Pembelajan Lansung Mudahkan Belajar IPA

47
BERBAGI
Joko Susilo,S.Pd.SD Guru SD N 2 Purwasana Banjarnegara
Joko Susilo,S.Pd.SD Guru SD N 2 Purwasana Banjarnegara

Rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan pendidikan dasar. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan prasarana pendidikan lainnya, dan peningkatan mutu manajemen pendidikan sekolah. Namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang merata.

Diantara faidah pelajaran IPA adalah mengantarkan anak  menjadi anak yang belajar realistik  Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Perwujudan masyarakat berkualitas menjadi tanggung jawab pendidikan, terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri dan profesional pada bidangnya masing-masing.

Tilaar yang dikutip Mulyasa (2002: 20) mengemukakan bahwa: Pendidikan nasional dewasa ini sedang dihadapkan pada empat krisis pokok, yang berkaitan dengan kuantitas, relevansi atau efisiensi eksternal, elitisme, dan manajemen. Lebih lanjut dikemukakan bahwa sedikitnya ada tujuh masalah pokok sistem pendidikan nasional: (1) menurunnya akhlak dan moral peserta didik, (2) pemerataan kesempatan belajar, (3) masih rendahnya efisiensi internal sistem pendidikan, (4) status kelembagaan, (5) manajemen pendidikan yang tidak sejalan dengan pembangunan nasional, dan (6) sumber daya yang belum profesional.

Selanjutnya dikatakan bahwa masukan instrumen yang meliputi pendidikan, sarana, dan kurikulum dalam arti luas serta evaluasi hasil belajar, dipandang sebagai faktor dominan yang memiliki pengaruh besar. Dalam meningkatkan mutu pendidikan hanya mungkin dicapai dengan meningkatkan mutu proses pendidikan yang didalamnya terdapat interaksi antara siswa, guru, sarana, kurikulum, evaluasi dan lingkungan. Dari beberapa faktor tersebut dapat bersama-sama atau sendiri-sendiri mempengaruhinya.Artinya hasil belajar yang rendah tidak hanya dipengaruhi oleh salah satu faktor saja.

Menurut Soedjadi (1992) bahwa bukan sesuatu yang mustahil rendahnya hasil belajar dikarenakan materi kurikulum yang terlalu berat, metode pembelajaran yang tidak tepat, sarana pembelajaran yang tidak mendukung, atau lingkungan sekolah yang tidak memungkinkan proses pembelajaran berjalan normal. Misalnya, perpustakaan sederhana, dan sarana laboratorium yang dimiliki kurang memadai.Akibat keterbatasan-keterbatasan tersebut sebagian besar pembelajaran dilaksanakan secara tradisional/konvensional, sehingga dalam waktu relatif singkat dapat menyajikan dan menyelesaikan bahan ajar yang cukup banyak melalui ceramah.Hal ini menyebabkan pelajaran IPA termasuk pelajaran yang kurang diminati siswa.

Menurut Carin (1993: 82) yang dikutip oleh Kuswardi mengemukakan pembelajaran langsung secara sistematis menuntun dan membantu siswa untuk melalui tahap-tahap pembelajaran tertentu, yang bermaksud untuk melihat hasil belajar dari masing masing tahap.  Pembelajaran langsung adalah salah satu model pembelajaran yang memusat pada  guru dan disajikan melalui 5 tahap, yaitu (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa; (2) mendemonstrasikan pengetahuan; (3) pemberian pelatihan terbimbing; (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik; dan (5) memberikan perluasan latihan mandiri. Pembelajaran langsung secara sistematis menuntun dan membantu  siswa melalui langkah-langkah atau tahapan-tahapan tertentu, dan selanjutnya siswa akan aktif bekerja sendiri dengan adanya kegiatan latihan terbimbing dan latihan mandiri. Ini berarti siswa akan mendapat informasi yang jelas dalam mempelajari suatu materi pelajaran.

Joko Susilo,S.Pd.SD

Guru SD N 2 Purwasana Banjarnegara

BERBAGI