Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pembelajar Aktif Melalui PBL

Pembelajar Aktif Melalui PBL

110
BERBAGI
Muslichatun, S.Pd Guru SDN Wonosari Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung
Muslichatun, S.Pd Guru SDN Wonosari Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung

JATENGPOS.CO.ID, Istilah belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang memiliki keterkaitan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Belajar bisa diartikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk membantu terselenggaranya suatu proses pembelajaran di kelas, diperlukan adanya suatu perubahan yang lebih baik. Pengembangan pembelajaran sangat penting untuk dilakukan karena pembelajaran juga harus mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan siswa yang erat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Banyak pengembangan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru yaitu diantaranya dengan menggunakan metode, pendekatan, atau strategi tertentu. Selain itu pengembangan juga dapat dilakukan dengan mengolaborasikan beberapa metode atau pendekatan atau strategi tertentu yang tentunya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran tertentu. Salah satu cara mengembangkan pembelajaran yang dilakukan dan sesuai dengan kurikulum sekarang ini, yaitu kurikulum 2013 adalah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).

Metode proyek berasal dari gagasan John Dewey tentang konsep “Learning by doing” yaitu proses perolehan hasil belajar dengan mengerjakan tindakan-tindakan tertentu sesuai dengan tujuan (Grant, 2002). Pembelajaran berbasis proyek adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa untuk dapat memahami suatu konsep dengan melakukan investigasi mendalam tentang suatu masalah dan menemukan solusi dengan pembuatan proyek.Siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran ini merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata (Kemdikbud 2013).

Melalui model pembelajaran Project Based Learning, proses inquiri dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing siswa dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum (Krauss & Boss, 2013). Pada saat pertanyaan terjawab, secara langsung siswa dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya. Project Based Learning merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha siswa (Krauss & DBoss, 2013). Krauss & Boss (2013) juga menyatakan bahwa mengingat bahwa masing-masing siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran Project Based Learning memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggali materi dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.

Pembelajaran Project Based Learning memiliki lima kriteria pokok centrality, driving question, constructive investigation, autonomy, realisme. Dari penjelasan Klein (2007) diatas, dapat dilihat bahwa banyak terdapat pengembangan karakter yang terdapat di dalam proses pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning, salah satunya adalah sifat kemandirian, inquiri, berani, dan menghargai teman.

Ketika pembelajaran Project Based Learning ini dilaksanakan dalam kelas, tentu terdapat beberapa manfaat yang dapat diperoleh baik bagi guru, maupun siswa. Klen (2007) berpendapat bahwa penggunakan project based learning dalam pembelajaran dapat meningkatkan beberapa hal berikut ini:Siswa berkembang dengan baik jika mereka memiliki kesempatan untuk menjadi ahli dengan cara “menggali pengetahuan”, proyek biasanya memberikan peluang untuk melakukan penyelidikan otentik dan presentasi, proyek memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dan belajar bersama – sama. Siswa akan sangat termotivasi ketika mereka memilih kesempatan untuk sering membicaraka banyak ide dengan teman-teman mereka, proyek memungkinkan siswa untuk menjadi pembelajar aktif.

Muslichatun, S.Pd

Guru SDN Wonosari

Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung

BERBAGI