Beranda Jateng Pembelajaran Familier Bersama Native Speaker

Pembelajaran Familier Bersama Native Speaker

BERBAGI
Ahmad Faidzurrohman,S.Pd Guru MTs Al Irsyad Gajah Demak
Ahmad Faidzurrohman,S.Pd Guru MTs Al Irsyad Gajah Demak

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Proses transfer ilmu merupakan salah satu ciri dari pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah interaksi dua arah yang saling menguntungkan antara pendidik dan peserta didik yang memiliki materi untuk dilaksanakan secara kongkrit. Pembelajaran biasa dilakukan di lembaga pendidikan baik formal atau non formal. Berbagai materi pembelajaran selalu tidak bisa meninggalkan komunikasi, sedangkan bahasa adalah sebagai alat komunikasi baik lesan atau tulisan. Sepandai apapun seseorang dalam bidang tertentu tanpa menguasai bahasa  bisa dikatakan berhenti ditempat.

Di dalam Al Qur’an telah disebutkan surat Al Alaq ayat 1 sampai 5 yang menitikberatkan tentang membaca. Sedangkan bahasa terbagi menjadi empat skill antara lain mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Di lembaga pendidikan formal selalu ada materi bahasa.Inggris, Arab, Indonesia. Bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi Internasional, dari empat skill misalnya di skill listening adanya siaran berita dan berbagai entertainment seperti lagu menggunakan bahasa inggris, skill speaking adanya banyak tourist internasional yang berkunjung di Negara kita, skill reading adanya instruksi, peringatan diberbagai tempat umum dengan berbahasa Inggris. Skill writing banyaknya referensi yang digunakan untuk pengembangan keilmuan.

Bahasa Inggris ditingkat Madrasah masih menjadi momok oleh karena itu beberapa madrasah mengambil inisiatif dengan system English fun Learning bersama native speaker, sebagai inovasi dan motivasi baik untuk peserta didik, guru dan lingkungan sekitar. Sistem kerja sama yang digunakan ada yang bersifat insedental, temporal dan kontinyu. Dimadrasah Tsanawiyah Al Irsyad Gajah secara periodik bekerjasama baik secara formal,informal dan non formal dalam pemanfaatan Volentir dari Jerman,Belanda,Jepang dan Australia.

Gagasan itu bermula dari kegiatan intra kulikuler yang didapatkan oleh peserta didik merasa banyak kekurangan, dikembangkan di kegiatan ekstra kulikuler Bahasa Inggris yang diberi nama “ESP” (English Speaking Program). Kegiatan ini bertujuan menampung peserta didik yang berpotensi dan berbakat bahasa khususnya skill speaking, tetapi tidak sebatas anak yang berbakat akan tetapi minat dan kemauan anak yang ingin mengembangkan bahasa inggris. Jika Pembelajaran bersama Native speaker dilaksanakan, maka peserta didik akan termotivasi belajar, karena tidak merasa tertekan tetapi perasaan fun dan familiar yang bercampur dengan berbagai inovasi seperti games, song and literatur. Hal tersebut akan berdampak meningkatnya kemampuan untuk belajar bahasa inggris khususnya.

Pembelajaran bersama native speaker tidak hanya skillnya saja tetapi bisa belajar dari kebudayaan, kebiasaan dan pengalaman kegiatan keseharian selama berada di Negaranya. Sungguh sangat menyenangkan ketika peserta didik mencoba memahami apa yang disampaikan, jika kesulitan memahami yang disampaikan, Native speaker  mencoba dengan bahasa tubuh berkali-kali dan bahasa Isyarat.(adi)
BERBAGI