Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pembelajaran Jarak Jauh Sistem AC Menggunakan Google Classroom

Pembelajaran Jarak Jauh Sistem AC Menggunakan Google Classroom

41
Didik Fatoni, S.Pd. Guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Negeri 3 Kendal

Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan, termasuk pendidikan di SMK Negeri 3 Kendal yang berpengaruh juga pada kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (PKKR). Adanya wabah virus corona ini menjadikan kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara tatap muka diubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hal ini sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona virus Disease (Covid-19) tertanggal 24 Maret 2020 salah satunya adalah kebijakan belajar dari rumah (Daring).

Sekolah dan guru memilih dan mencari cara agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Dengan kebijakan baru ini guru dan siswa yang biasanya hanya digunakan untuk sosial media, sekarang dituntut untuk memanfaatkan android tersebut sebagai sarana kegiatan pembelajaran. Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia yang ditunjukkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya fikir, dan kemampuan lainnya (Thursan Hakim, 2005)

Menggunakan aplikasi Google Classroom dalam kegiatan belajar mengajar daring menjadi salah satu solusi guru ditengah pandemi covid-19 ini. langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran online menggunakan google classroom adalah (1) guru membuat kelas pada Google Classroom, (2) guru membuat materi pembelajaran sebagai bahan belajar siswa dan tugas untuk dikerjakan siswa menerapkan cara perawatan sistem Air Conditioning (AC) dan merawat secara berkala sistem Air Conditioning (AC) yang meliputi: konsep sistem AC, nama komponen dan fungsi, cara kerja dan perawatan sistem AC, (3) guru membagikan tautan goole classroom kepada siswa untuk bergabung masuk kelas, (4) siswa bergabung ke kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar, berinteraksi dengan guru serta mengerjakan tugas yang diberikan guru, (5) guru menilai keaktifan siswa yang sudah bergabung ke kelas serta mengerjakan tugas untuk kemudian dinilai. Selain mempunyai banyak fitur yang praktis, efisien dan terjamin keamanannya, kelas pembelajaran akan tetap tersimpan meski secara online, pembelajaran akan terasa lebih mudah mengingat Google Classroom ini juga dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

Untuk mata pelajaran kelompok Muatan Nasional dan Kewilayahan pembelajaran daring tidak begitu masalah tetapi untuk mata pelajaran kelompok C2 dan C3 di SMK yang menuntut adanya unjuk kerja atau keterampilan tidak optimal menggunakan pembelajaran jarak jauh. Kompetensi dasar pengetahuan bisa dijalankan dengan moda daring. Sedangkan untuk kompetensi dasar keterampilan yang membutuhkan unjuk kerja dan peralatan tidak bisa dilakukan dengan pembelajaran daring. Kompetensi dasar tersebut membutuhkan media dan alat praktik berupa Alat Peraga kendaraan mobil, sehingga pembelajaran daring kurang efektif. Kegiatan belajar mengajar lebih ke arah materi pengetahuan, siswa hanya dapat melihat tutorial praktik melalui tautan dari Google Classroom yang diberikan oleh guru tanpa bisa melaksanakan praktik dengan alat dan bahan yang sesungguhnya. Guru juga hanya dapat mengukur penguasaan materi kognitif siswa lewat hasil pekerjaan tugas siswa dan keaktifan siswa dalam berinteraksi di google classroom, siswa tidak dapat diukur penguasaan keterampilan praktiknya.

Untuk mengukur penguasaan praktiknya diperlukan guru berkeliling dengan mengumpulkan beberapa siswa dalam satu desa di salah satu rumah siswa dengan membawa peralatan sistem AC. Metode ini mungkin saja bersiko tertular covid, tetapi bisa diminimalkan dengan mengikuti SOP yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Jumlah siswa Luring dibatasi maksimal 7 siswa dalam satu hari dan tidak perlu dilaksanakan terlalu lama. Luring dibutuhkan untuk menunjukkan pada siswa wujud real komponen-komponen sistem AC dan melaksanakan praktek cara kerja dan perawatan system AC. Kelebihan dari metode luring ini tidak hanya sekedar tersampaikannya materi pengetahuan dan praktek saja, tetapi secara psikologis anak juga menjadi bisa bertemu dengan teman dan guru, bisa lebih akrab dan dapat pula saling memberikan motivasi secara terbuka walaupun intensitasnya terbatas di masa pandemi ini.

Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir sehingga kegiatan belajar mengajar terutama praktik dapat dilaksanakan untuk memenuhi lulusan siswa SMK kreatif dan kompeten sesuai bidang keahliannya baik pengetahuan serta keterampilan.

 

Oleh :

Didik Fatoni, S.Pd.

Guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Negeri 3 Kendal