Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pembelajaran Saat Pandemi Covid–19

Pembelajaran Saat Pandemi Covid–19

16
Anis Liana, S.Pd.I Guru SD Negeri 3 Gemawang Kec. Girimarto Kabupaten Wonogiri

Melihat berita di televisi tentang Virus baru yang ada di kota Wuhan negara Cina , Virus baru itu disebut Coronavirus atau Covid-19. Penyebarannya sangat cepat. Indonesia juga terdampak Covid-19. Untuk Mengurangi Penyebaran Covid-19 Pemerintah negara Indonesia mengumumkan secara serentak melakukan kegiatan belajar mengajar Jarak Jauh yang kita kenal dengan istilah belajar Daring / Online.

Penyiaran media televisi untuk memotivasi peserta didik tetap belajar di rumah. himbauan resmi baik dari Pemerintah Pusat hingga Daerah, bahwa yang paling urgent untuk menjadi perhatian saat ini adalah kesehatan terlebih dahulu. Tapi, jika  Pembelajaran Jarak Jauh ini terus-terusan dijejali materi, siswa akan merasa jenuh dan pembelajaran sangat tidak efektif. Dan disini sebagai Guru tugas utama adalah mengajar,membimbing dan mendidik siswa.

Dengan sistem Online atau Daring guru tetap berusaha mencapai Kompeten pada Kompetensi Keahlian Broadcast Televisi dengan tanpa hadirnya anak/ siswa. Ketidaksiapan semua unsur dalam dunia pendidikan menjadi kendala yang besar. Adanya perubahan cara belajar mengajar dari tatap muka atau luring (luar jaringan) menjadi daring (dalam jaringan) ,inimembutuhkan kesiapan dari semua unsur.  Dimulai dari pemerintah, sekolah, guru,siswa

dan orang tua. Pemerintah melonggarkan sistem penilaian pendidikan disesuaikan dengan keadaan darurat . Pembelajaran tetap dapat berlangsung tanpa harus di bebani dengan pencapaian kompetensi. Sehingga banyak para guru menggunakan hal dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Pembelajaran daring dapat dilaksanakan dengan bantuan aplikasi-aplikasi yang dapat mempermudah komunikasi antara guru dan peserta didik. Orang tua mengawasi dan mendampingi anak dalam mengerjakan tugas-tugasnya.  Orang tua juga dapat mengontrol anak dalam penggunaan teknologi untuk proses pembelajaran. Penggunaan alat teknologi juga sangat terbatas. Aplikasi yang biasa dimiliki dan dikuasai peserta didik/ orang tua adalah Whatsapp/ WA.

Dengan aplikasi tesebut guru dapat menyampaiakan informasi tentang materi pelajaran, video pembelajaran, Gambar, voice, tugas-tugas dan lain-lain kepada peserta didik dengan cara membuat Group WA , semua peserta didik  yang menjadi anggotanya.

Jika ada peserta didik yang belum memiliki HP yang akan dimasukkan menjadi peserta Group WA bisa jadi orangtua dari peserta didik. Pendidikan menjadi tanggung jawab kita bersama, tanpa ada Keterlibatan dan dukungan orang tua pembelajaran pada saat pandemi ini tidak akan berjalan dengan baik.

Orang tua berperan dalam pendampingan putra putrinya selama proses pendidikan menggunakan model daring. Dengan adanya kondisi pandemi Covid – 19 yang tidak pernah kita inginkan ini, maka kita sebagai tenaga pendidik di dorong untuk kreatif dan harus melaksanakan pembelajaran dengan baik. Kita harus menggunakan media sosial untuk dimanfaatkan sebagai sarana penyalur kegiatan belajar mengajar saat Pandemi.

Orang tua juga sebaiknya  dapat bekerjasama dengan guru untuk dapat mendampingi anak belajar di rumah serta menyediakan sarana dan prasarananya, agar peserta didik yang belajar di rumah dapat menerima dan juga dapat memahami materi yang diberikan oleh guru serta dapat melaksanakan tugas daring dengan baik. Himbauan yang diberikan pemerintah ini bertujuan untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat indonesia dan generasi bangsa tentunya.(*)

 

Anis Liana, S.Pd.I

Guru SD Negeri 3 Gemawang

Kec. Girimarto Kabupaten Wonogiri